Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyekatan di Suramadu Dapati Dua Pengendara dari Madura Reaktif Covid-19

Penyekatan dilakukan bagi pengendara luar kota yang masuk ke Surabaya, selain wilayah aglomerasi, sebagai upaya mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  00:51 WIB
Polisi menggelar sosialisasi protokol kesehatan di pos pemeriksaan (check point) di akses keluar Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). Kegiatan itu untuk mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya karena pandemi COVID-19 belum berakhir. - Antara/Didik Suhartono.
Polisi menggelar sosialisasi protokol kesehatan di pos pemeriksaan (check point) di akses keluar Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). Kegiatan itu untuk mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya karena pandemi COVID-19 belum berakhir. - Antara/Didik Suhartono.

Bisnis.com, SURABAYA - Sebanyak 34 orang pengendara dari Madura diminta petugas keamanan menjalani tes usap antigen Covid-19 saat melewati lokasi penyekatan Jembatan Suramadu sisi Kota Surabaya, Jatim, Sabtu (22/5/2021).

"Dari angka itu, dua orang dinyatakan reaktif dan dibawa ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau lokasi penyekatan di Suramadu.

Setidaknya ada dua titik penyekatan yang dikunjungi Wali Kota Eri bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokrompimda) Kota Surabaya, yakni Jembatan Suramadu sisi Surabaya dan Bunderan Waru depan Mal City of Tommorow (CITO).

Penyekatan dilakukan bagi pengendara luar kota yang masuk ke Surabaya, selain wilayah aglomerasi, sebagai upaya mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran.

Tiba di lokasi penyekatan Jembatan Suramadu, Wali Kota Eri disambut dengan sosok “pocong” beserta kerandanya. Namun, pocong yang dimaksud kali ini adalah petugas kepolisian yang mengenakan kostum pocong.

Melihat itu, Eri Cahyadi mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi inovasi yang diinisiasi Polrestabes Tanjung Perak.

"Karena pendekatan yang kita gunakan ini adalah pendekatan persuasif. Semua ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Siapa pun yang masuk di Kota Surabaya harus menjaga prokes, jangan sampai terjadi lonjakan kasus," kata Eri.

Eri menjelaskan bagi pengendara dari luar Kota Surabaya tetapi belum membawa bukti surat bebas Covid-19, mereka wajib tes usap antigen di tempat.

"Kita juga tidak mau ambil resiko, makanya kita bawa ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura sesuai kesepakatan dengan provinsi," katanya.

Tidak hanya itu, kata Eri, meskipun nantinya penyekatan ini sudah tidak ada, pihaknya berharap pada saat masuk Surabaya, warga sudah tahu harus membawa surat keterangan bebas Covid-19.

Bahkan, Ia pun bersyukur karena selama ini satgas Covid-19 Surabaya dan satgas yang terbentuk di masing-masing RT/RW, saling gotong-royong berjuang demi memutus penyebaran wabah dunia tersebut.

"Kalau ada orang yang pulang mudik, RT harus tahu dan melaporkan sehingga tetap karantina di rumah masing-masing. Alhamdulillah dengan adanya satgas tingkat RT kepatuhan warga juga tinggi," katanya.

Selain itu, wali kota menyebut berdasarkan pantuannya hingga hari ini, belum ditemukan lonjakan kasus pascalibur Lebaran di Kota Pahlawan.

Untuk tempat isolasi di Asrama Haji saat ini ada sekitar 20-23 orang pasien Covid-19. "Semoga segera turun sehingga Surabaya kembali zona hijau," katanya.

Sekitar 15 menit berada di pos Suramadu, mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) bersama rombongan bergeser ke lokasi berikutnya di Bunderan Waru, Surabaya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top