Bangun Tangki Amonia 6.000 MT, Ini Rencana Parna Maspion Sejahtra

Target pemenuhan kebutuhan dalam negeri untuk industri turunan amoniak sanggup dipenuhi oleh PMS, khususnya di Jawa yang kebutuhannya 250.000 ton/tahun,
Pekerja mengecek instalasi hydrant di area PT Parna Maspion Sejahtra./Bisnis - Syaharuddin Umngelo
Pekerja mengecek instalasi hydrant di area PT Parna Maspion Sejahtra./Bisnis - Syaharuddin Umngelo

Bisnis.com, GRESIK — PT Parna Maspion Sejahtra (PMS) memastikan kesiapannya untuk memasok kebutuhan amonia di Pulau Jawa dengan setelah diresmikannya operasional Gresik ammonia receiving/storage terminal atau tangki amonia pada 29 September 2022.

Adapun fasilitas tangki tersebut merupakan gagasan 4 perusahaan swasta nasional di antaranya PT Parna Raya, PT Ammonia Jatim Energi (Maspion Group), PT Rodamas, dan PT Bara Perkasa Investama.

Presiden Direktur PMS Nahot Parsadaan Napitupulu mengatakan tangki amoniak yang dibangun sejak 2019 ini memiliki kapasitas 6.000 MT dan fasilitas pemrosesan aqueous ammonia di lahan Kawasan Industri Maspion, Manyar Jatim.

“Dengan begitu, target pemenuhan kebutuhan dalam negeri untuk industri turunan amoniak sanggup dipenuhi oleh PMS, khususnya di Jawa yang kebutuhannya 250.000 ton/tahun,” ujarnya dalam peresmian Gresik ammonia receiving/storage terminal, Kamis (29/9/2022).

Dia mengatakan dengan selesainya pembangunan tangki amonia dengan investasi Rp300 miliar ini, PMS siap mendistribusikan produk amoniak dengan penjualan amoniak cair (liquid anhydrous ammonia) dan amoniak encer (aqueous ammonia).

“Untuk pasokan tangki ammonia ini sendiri akan didukung oleh kapal amonia yang milik PT Pelayaran Artha Samudera (Parna Raya Group) dan juga truk-truk pengangkut PT Parna Raya Logistik, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga,” imbuhnya.

Selain itu, di dalam Kawasan Maspion Industrial Estate ini juga terdapat fasilitas dermaga milik PT Siam Maspion Terminal (SMT Jetty) yang bisa digunakan untuk jalur distribusi amoniak yang dikirim dari pabrik milik PT Kaltim Parna Industri di Bontang berkapasitas 500.000 MT per tahun. 

Pemilik Maspion Group dan pemegang saham PMS, Alim Markus meyakini Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri dengan memproduksi dalam negeri sehingga tidak perlu melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan industri. “Jadi tidak perlu impor, kita punya sendiri,” katanya.

Ronny Budirahardjo, Komisaris PMS yang juga pemegang saham PT Sasa Inti dan PT Rodamas, mengatakan, amoniak liquid merupakan salah satu bahan penolong pabrik monosodium glutamate (MSG). “Dengan adanya tanki PMS ini diyakini akan menjamin pasokan amoniak bagi produsen MSG,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper