Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Satoria Produksi Cairan Infus Suplai Unit Usaha Muhammadiyah

Cairan infus Suryavena rencana mulai diproduksi akhir bulan ini dan mulai beredar pada April 2024, di mana pemasaran diserahkan kepada Muhammadiyah.
Menteri PMK Muhadjir Effendy menyalami Presdir Satoria Grup Alim Satria saat launching Suryaneva di Jakarta, Selasa (26/3/2024)./Humas Satoria
Menteri PMK Muhadjir Effendy menyalami Presdir Satoria Grup Alim Satria saat launching Suryaneva di Jakarta, Selasa (26/3/2024)./Humas Satoria

Bisnis.com, SURABAYA – Perusahan farmasi PT Satoria Aneka Industri (SAI) bekerja sama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan produk cairan infus merek Suryavena guna memasok 400 rumah sakit dan klinik persyarikatan.

Presiden Direktur Satoria Group Alim Satria mengatakan kerja sama ini merupakan co branding dengan merek Suryavena yang dimiliki kedua pihak Muhammadiyah dan SAI untuk memenuhi kebutuhan seluruh jaringan rumah sakit Muhammadiyah.

“Sebagai perusahaan multinasional, Satoria sangat mendukung penguatan produk lokal di negeri sendiri, Tentunya, kami menyambut gembira keinginan PP Muhammadiyah untuk memiliki produk merek sendiri,” kata Alim Satria melalui keterangan pers, Rabu (27/3/2024).

Alim Satria menjelaskan kerja sama ini melibatkan tiga pihak yakni Satoria Aneka Industri (SAI) sebagai produsen, Kimia Farma Trading & Distribution sebagai distributor dan Muhammadiyah sebagai pemasaran ke jaringan rumah sakitnya.

Seremoni peluncuran produk Suryavena digelar di Jakarta, Selasa (26/3/2024) malam. Acara dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof Muhadjir Effendy, Ketum PP Muhammadiyah Prof KH Haedar Nashir, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM Rita Endang, Presiden Direktur Satoria Group Alim Satria, Komisaris Utama PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) Salam Fachmi Idris dan Direktur Utama KFTD Djagad Prakasa Dwialam.

Adapun PT Satoria Aneka Industri alias Satoria Pharma memiliki pabrik di Kabupaten Pasuran, Jawa Timur dan memroduksi cairan infus berkapasitas hingga 160 juta botol per tahun.

“Cairan infus Suryavena rencana mulai diproduksi akhir bulan ini dan mulai beredar pada April 2024, di mana pemasaran diserahkan kepada Muhammadiyah untuk diedarkan ke seluruh jaringan rumah sakit dan klinik mereka,” kata Managing Director Satoria Pharma, Adi Pranoto Alim.

Adi mengatakan produksi Suryavena pada tahun pertama ini diproyeksikan mencapai 2 juta botol cairan infus, dan akan meningkat double digit pada tahun-tahun berikutnya. Dengan jaringan rumah sakit dan klinik dan mencapai 400 unit, Adi optimis kerja sama ini akan terus berkembang.

Saat ini Satoria Pharma memproduksi 14 varian jenis cairan infus normal saline 0.9%, ringer lactate dextrose 5%, dextrose 10%, ringer acetate, water for injection, potassium chloride dalam berbagai ukuran.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Miftahul Ulum
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Pers rilis
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper