Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Malang Dorong Pengembangan Wisata dan UMKM Lewat Digifes 2022

UMKM perlu didorong pengembangannya karena merupakan penopang penting ekonomi nasional.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 09 Juni 2022  |  22:00 WIB
Seorang model menunjukkan batik karya perajin batik asal Malang pada Digifes BI Ngalam, Kamis (9/6/2022). - Bisnis/Choirul Anam
Seorang model menunjukkan batik karya perajin batik asal Malang pada Digifes BI Ngalam, Kamis (9/6/2022). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — Bank Indonesia Malang mendorong pengembangan sektor pariwisata dan UMKM serta digitalisasi lewat Digital Festival Bank Indonesia Malang 2022 atau Digifes BI Ngalam 2022.

Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Digifes BI Ngalam 2022 merupakan bentuk sinergi dari digitalisasi sistem pembayaran dengan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata (BWI). Gerakan itu kerja sama Bank Indonesia, pemerintah, industri perbankan, perusahaan jasa pembayaran, fintech dan e-commerce yang bertujuan untuk mengakselerasi ekonomi-keuangan digital nasional sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Melalui sinergi yang melibatkan baik sejumlah mitra utama maupun mitra pendukung seperti Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), perbankan, marketplace, industri, aggregator, serta asosiasi dan komunitas, seluruh Kementerian dan Lembaga, dipastikan KKI dapat mendukung Gernas BBI dan BWI serta Presidensi Indonesia pada G20 dalam mewujudkan semangat “Recover Together, Recover Stronger” serta mendukung gerakan #UMKMgodigital_goglobal,” katanya saat membuka Digifes BI Ngalam secara daring, Kamis (9/6/2022).

Menurut dia, UMKM perlu didorong pengembangannya karena merupakan penopang penting ekonomi nasional. Dalam pengembangan UMKM, perlu ada sinergitas dari berbagai stakeholder.

Digitalisasi juga perlu diimplementasikan di pemerintah daerah. Kabar yang menggembirakan, dari tujuh pemda di wilayah kerja BI Malang, tiga sudah menerapkan digitalisasi, sedangkan empat daerah masih dalam tahap maju.

“Kami dorong pemda yang masih dalam tahap maju untuk menerapkan digitalisasi. Digitalisasi tidak hanya memudahkan layanan ke masyarakat, juga akan dapat meningkatkan penerimaan daerah,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR, Andreas Susetyo, mendukung sinyalemen tersebut. Menurut dia, daerah yang sudah menerapkan digitalisasi layanan ternyata berdampak positif pada peningkatan penerimaan daerahnya.

Rangkaian kegiatan Digifes BI Ngalam yang akan berlangsung hingga 12 Juni mendatang, dengan berbagai kegiatan, yakni capacity building UMKM serta business matching, serta lomba yang diikuti oleh masyarakat umum, sosialisasi “Cinta Bangga dan Paham Rupiah”, kampanye QRIS 15 juta pengguna, serta launching Pasar dan Pusat Perbelanjaan/Mall S.I.A.P (Sehat, Inovatif dan Aman Pakai) QRIS 2022.

Ada juga pameran produk unggulan UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Malang, fashion show, dan talk show. (K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jatim malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top