Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Klaster Keluarga, Pemprov Jatim Siapkan Layanan Jemput Pasien

Isolasi mandiri memang tidak disarankan apabila rumah tidak memenuhi syarat.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 September 2020  |  13:28 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan), Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah (ketiga kanan) dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol M Fadil Imran (kanan) melepaskan tim pemburu pelanggaran protokol kesehatan Covi-19 saat diluncurkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/9/2020). - Antara/Moch Asim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan), Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah (ketiga kanan) dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol M Fadil Imran (kanan) melepaskan tim pemburu pelanggaran protokol kesehatan Covi-19 saat diluncurkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/9/2020). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini menyiapkan layanan jemput pasien untuk menghindari klaster keluarga jika rumah untuk isolasi mandiri tidak memadai.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan Forkopimda Jatim mengambil langkah pro-aktif untuk menjemput pasien agar tidak muncul klaster keluarga mengingat banyak pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Isolasi mandiri memang tidak disarankan apabila rumah tidak memenuhi syarat, misalnya jika fasilitas sanitasi dan ventilasi kurang support, tidak ada ruangan pribadi untuk isolasi, maupun ketika pasien memiliki komorbid yang butuh dimonitor ketat," jelasnya, Jumat (25/9/2020)

Dia mengungkapkan bahwa hingga 24 September 2020 terdapat 1.660 orang pasien Covid-19 yang masih menjalani isolasi mandiri di Jatim sehingga kondisi itu membutuhkan upaya pengendalian agar tidak menular pada lingkup keluarga satu atap.

"Untuk itu, jika terkonfirmasi positif tetapi isolasi mandiri dengan fasilitas yang kurang mendukung misalnya terkait sanitasi dan ventilasi serta gizi yang kurang memadai, Jatim menyediakan tempat," katanya.

Adapun saat ini Pemprov Jatim sudah menyiapkan RS Lapangan/Darurat Indrapura yang dikomandoi oleh Pangkogabwilhan II. Saat ini, Pemprov Jatim juga sedang menyiapkan ruang karantina di Poltekes Malang dengan kapasitas 306 bed.

"Kami bersama tim Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya akan jemput bola yang dilaksanakan tim Covid-19 Hunter. Diharapkan pola jemput bola ini bisa memudahkan pasien mengakses layanan perawatan dengan baik dan gratis," imbuhnya.

Berdasarkan data RS Lapangan/Darurat Indrapura, hingga 25 September 2020, tercatat jumlah pasien sembuh mencapai 2.070 orang dengan tingkat kematian 0.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top