Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengawas UTBK Universitas Brawijaya Menjalani Rapid Test

Pemeriksaan rapid test di UB bukan sekadar mencari siapa yang reaktif, tapi juga mencari pola bagaimana sistem pembelajaran yang baik di masa new normal.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  21:22 WIB
Pengawas UTBK menjalani rapid test di Gedung Samanta Krida UB, Jumat (3/7/2020). - Istimewa
Pengawas UTBK menjalani rapid test di Gedung Samanta Krida UB, Jumat (3/7/2020). - Istimewa

eterangan foto: Pengawas UTBK menjalani rapid test di Gedung Samanta Krida UB, Jumat (3/7/2020). Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Pengawas Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Brawijaya (UB) menjalani rapid test untuk mencegah meluas persebaran Covid-19.

Rapid tes digelar atas kerja sama UB dengan Kementerian Kesehatan Gedung Samanta Krida, selama dua hari pada Kamis dan Jumat (2-3/7/2020).

“Rapid test ini merupakan langkah serius UB untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19,” kata dr. Syifa Mustika, Koordinator Pelaksana Rapid Test UB di Malang, Jum’at (3/7/2020).

Selain itu, kegiatan tersebut untuk memastikan kesehatan pengawas ujian dan panitia dalam kondisi prima menjelang dilaksanakannya UTBK beberapa hari ke depan. Kurang lebih 1.000 orang pengawas dan panitia akan mengikuti serangkaian tes kesehatan ini.

Dia berharap kegiatan ini tidak membuat panitia dan pengawas khawatir. Semua panitia pengawas terdaftar akan diambil sampel darah kapiler, dilanjut dengan pemeriksaan kesehatan sederhana.

“Harapannya pemeriksaan ini bukan untuk menakuti, melainkan sebaik-baiknya untuk upaya menjaga kesehatan panitia dan pengawas," ucapnya.

Hasil tes, menurut Syifa, akan diserahkan secara kolektif kepada rektorat, untuk di tindaklanjuti.

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan SDM Kesehatan, dr. Mariya Mubarika mengatakan bahwa Kemenkes sangat mendukung apa yang dilakukan oleh UB dalam melakukan rapid test untuk sivitas akademika terutama menghadapi UTBK.

"Pemeriksaan rapid test di UB bukan sekadar mencari siapa yang reaktif, tapi juga mencari pola bagaimana sistem pembelajaran yang baik di masa new normal,” ujarnya.

Kemenkes sangat mendukung ide-ide dan usaha-usaha UB untuk membantu mencari apa yang terbaik untuk proses pembelajaran. “Semoga nanti yang dihasilkan bisa menjadi regulasi pembelajaran di era new normal agar peserta didik mahasiswa aman, yang ngajar juga aman," katanya.

Seperti diketahui, UB g akan melaksanakan UTBK dengan total peserta 19.000 calon mahasiswa. Rincianya, 90 persen wilayah Malang Raya dan Jawa Timur, 10 persen luar provinsi. Namun, yang menjadi skala prioritas untuk seleksi UTBK yakni di wilayah Malang Raya.

Proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilaksanalan pada 5-9 Juli 2020, tahap ke dua pada 20-26 Juli 2020. Tahap pertama khusus diprioritaskan bagi warga di Malang Raya sekitar 5.200 calon Maba.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim universitas brawijaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top