Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Laka Lantas Jatim Turun 14 Persen Selama Pandemi Covid-19

Ada sebanyak 10.800 kasus atau turun 14 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  20:55 WIB
Ilustrasi. - Antara/Ridwan
Ilustrasi. - Antara/Ridwan

Bisnis.com, SURABAYA - Ditlantas Polda Jatim menyebut tren kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur selama pandemi Covid-19 telah menurun hingga 14 persen.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengatakan jumlah kecelakaan lalu lintas itu terhitung sejak Januari - 28 Juni 2020 dengan total sebanyak 10.800 kasus atau turun 14 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Menurunnya kasus laka lantas ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya pemberlakukan PSBB Surabaya Raya maupun Malang Raya," katanya, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, pelaksanaan PSBB tersebut membuat masyarakat lebih memilih tetap berada di rumah alias mengurangi mobilitas di jalan. Di samping itu, kondisi masyarakat juga lebih tertib lalu lintas dibandingkan dulu.

Budi menambahkan selama pandemi pihaknya juga tidak menggelar razia kendaraan karena lebih fokus terhadap sosialisasi protokol kesehatan dan PSBB.

Meski begitu, pada akhir Juli nanti Polda Jatim berencana menggelar operasi patuh yang secara teknis masih menunggu perintah dari Polri mengingat masih dalam kondisi pandemi.

Adapun dari total kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari - 28 Juni 2020 itu, tercatat sebanyak 2.000 orang di antaranya menjadi korban meninggal dunia, dan sebanyak 188 orang mengalami luka berat, dan 13.000 orang mengalami luka-luka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan jatim jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top