Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 di Sidoarjo Mendekati 2.000 Kasus, Diusulkan Tambahan RS Rujukan

Sebanyak 1.638 orang terinfeksi corona di Sidoarjo.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  10:22 WIB
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Covidsuraba-19 di Sidoarjo. - Antara/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Covidsuraba-19 di Sidoarjo. - Antara/Umarul Faruq

Bisnis.com, SIDOARJO - Kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo per 1 Juli sebanyak 1.638 orang. Dari jumlah tersebut 1.269 orang (77,47 persen) dirawat, 252 orang (15,38 persen) sembuh dan 117 orang (7,14 persen) meninggal. Dari jumlah orang dirawat, 488 orang (38,46 persen) isolasi rumah, dan 781 orang (61,54 persen) isolasi rumah sakit.

Adapun PDP sebanyak 793 orang, dengan rincian 594 orang (74,91 persen) dirawat, 138 orang (17,4 persen) sehat dan 61 orang (7,69 persen) meninggal. Berdasar PDP yang dirawat, 151 orang (25,42 persen) isolasi rumah dan 443 orang (74,58 persen) isolasi rumah sakit.

Gugus tugas Covid-19 Sidoarjo, Jawa Timur mengusulkan tambahan rumah sakit rujukan di wilayah setempat, untuk menampung pasien positif Covid-19 di Sidoarjo yang bergejala.

Ketua Gugus tugas Covid-19 Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin di Sidoarjo, Rabu (2/7/2020) mengatakan pihaknya mengajukan tiga rumah sakit rujukan dari tujuh rumah sakit rujukan yang sudah ada saat ini.

"Ada tiga rumah sakit rujukan yang kami ajukan untuk menangani pasien Covid-19 yang bergejala. Rumah sakit mana saja, kami belum bisa sebutkan," katanya di Sidoarjo.

Ia mengemukakan, dari jumlah tempat tidur yang ada saat ini masih belum mencukupi, terutama untuk pasien Covid-19 yang bergejala karena penanganannya membutuhkan ruangan isolasi khusus.

"Sehingga kalau ada pasien baru dengan gejala maka kami arahkan ke rumah sakit milik Pemprov Jatim baik yang ada di Surabaya atau juga di Malang. Kami terus melakukan koordinasi," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga mengupayakan supaya rumah sakit rujukan yang sudah ada saat ini menambah jumlah tempat tempat tidur di ruang isolasi khusus.

"Kalau mereka yang positif tanpa gejala akan langsung kami tempatkan ke hotel atau juga di gedung Mal Pelayanan Publik (MPP)," katanya.

Ia mengakui, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Sidoarjo terus menunjukkan tren meningkat setiap harinya.

Dari data yang ada, pada Selasa (30/6) jumlah pasien positif Covid-19 di Sidoarjo mencapai 1.579 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 1.360 dan pasien dalam pengawasan sebanyak 782 orang.

Pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat supaya penerapan protokol kesehatan seperti gunakan masker saat keluar rumah, jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim sidoarjo

Sumber : Pemprov Jatim dan Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top