Kadin: Omzet Pariwisata Jatim harus Digenjot

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menilai sektor pariwisata di Jatim saat ini masih sangat perlu digenjot mengingkat rendahnya pendapatan di sektor tersebut.
Peni Widarti | 05 Desember 2018 17:39 WIB
Wisata Gunung Bromo Wisatawan mengabadikan Gunung Bromo dari lokasi Penanjakan Satu di Probolinggo, Jawa Timur - Antara

Bisnis.com, SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menilai sektor pariwisata di Jatim saat ini masih sangat perlu digenjot mengingkat rendahnya pendapatan di sektor tersebut.

Jamhadi, Tim Ahli Kadin Jatim, mengatakan baik pemerintah, pengusaha travel, hotel dan tempat wisata seharusnya bisa berkolaborasi untuk menarik wisatawan asing sebanyak-banyaknya.

“Ini harus ada koordinasi antara penyelengara perjalanan wisata seperti Asita dengan pemilik-pemilik hotel dan juga penerbangan. Misalnya ada direct flight dari China ke Surabaya, dari Jepang ke Surabaya lalu langsung ada paket wisatanya seperti yang dilakukan Bali yang kunjungannya bsia 4 juta wisatawan,” ujarnya, Rabu (5/12/2018).

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga perlu bekerja sama dengan provinsi lain khususnya dengan Yogyakarta dan Bali sehingga akan ada paket wisata dari Bali–Surabaya–Yogyakarta.

“Cara-cara itu yang harus ditempuh oleh pelaku usaha bidang pariwisata, karena memang masing-masing tidak bisa jalan sendiri, termasuk berkolaborasi dengan para UMKM kerajinan sebagai produk oleh-oleh yang bisa dibeli oleh wisatawan,” imbuhnya.

Jamhadi mengakui pariwisata di Jatim masih belum unggul meski timgkat kunjungan wisatawan mancanegaranya meningkat setiap tahun. Hal itu dapat tercermin dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jatim yang masih rendah sekitar 60%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono mengatakan jumlah kunjungan wisman ke Jatim sepanjang Januari – Oktober 2018 mencapai 266.217 orang  atau naik 33,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 199.598 kunjungan. Sementara itu selama Oktober saja mencapai 25.845 kunjungan atau naik 26,45% dibandingkan Oktober 2017.

“Meski kunjungan meningkat, tetapi TPK hotel di Jatim pada periode itu  justru turun 2,96 poin dibandingkan September 2018, yakni hanya mampu mencapai 55,47%. Hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak karena kunjungan tidak sebanding dengan okupansi hotel, yang bisa juga berdampak pada sektor pariwisata kita,” ujarnya.

Adapun wisman yang banyak berkunjung ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda tersebut berasal dari Malaysia 5.116 kunjungan, Singapura 1.939 kunjungan, China 1.894 kunjungan, disusul Thailand, Taiwan, India, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Hong Kong.

Tag : jatim, kadin jatim, wisata jatim
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top