PLN Jatim Jual 25 Juta VA untuk 11 Pelanggan Premium

Oleh: Peni Widarti 16 Mei 2018 | 01:57 WIB
Petugas PLN/JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, SURABAYA - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur berhasil menjual tenaga listrik dengan total daya tersambung mencapai 25 juta VA dari 11 pelanggan premiun dalam program Super Power.

General Manager PLN Distribusi Jawa Timur, Bob Saril mengatakan sejak diluncurkannya Program Super Power, PLN Distribusi Jatim gencar melakukan promosi mengenai berbagai produk layanan super power salah satunya layanan premium yang mengedepankan jaminan kualitas pasokan listrik kepada pelanggan.

"Pelanggan premium mendapatkan keandalan yang lebih tinggi dibanding layanan reguler karena akan disuplai lebih dari satu pasokan listrik (alternative supply) sehingga tidak mengalami pemadaman saat terjadi gangguan di jalur utama," katanya dalam rilis, Selasa (15/5/2018).

Selain itu, katanya, jaminan kemudahan berkoordinasi dengan kehadiran account executive, dan juga bersedia untuk memberikan kompensasi kepada pelanggan premium bila sewaktu-waktu terjadi pengurangan daya.

Adapun 11 pelanggan premium tersebut di antaranya seperti PT Sinar Galaxy, PT Pakuwon Jati (Food Junction), Rumah Sakit Islam Surabaya, Rumah Sakit Haji Surabaya, Rumah Sakit Radegansari Husada, PT Mega Global Food Industry, PT Unimos, PT Lumina Packaging, PDAM Karang Pilang, JO Mutiara Kartika Abdael (Perumahan Grand Harvest) dan Rumah Sakit Siti Khotijah Surabaya.

Manajer Personalia dan Legal, PT Mega Global Food Industry, Supragono mengatakan pihaknya memilih layanan premium karena diyakinj dapat memberikan jaminan keha dalan listrik untuk kegiatan produksi.

"Selain itu layanan inu juga lebih efisien dibandingkan menggunakan genset yang saat ini perizinannya lebih sulit,” katanya.

Wadir Umum dan Keuangan Rumah Sakit Haji Surabaya, Rahayu menambahkan bagi rumah sakit keberadaan listrik sangat dibutuhkan, untuk itu layanan premium merupakan pilihan yang tepat dibandingkan menggunakan genset.

"Kegiatan operasional rumah sakit tentunya memerlukan kehandalan yang tinggi karena berhubungan dengan keselamatan pasien," imbuhnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer