Pengguna QRIS di Jatim Meningkat 54,59%

Total pengguna QRIS di Jawa Timur sampai dengan Desember 2023 sebanyak 6,29 juta, atau tumbuh 54,59 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Desember 2022.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Doddy Zulverdi (berdiri) berbicara dalam diskusi panel di sela acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2023. Surabaya (31/1/2024)./Bisnis-Syaharuddin Umngelo.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Doddy Zulverdi (berdiri) berbicara dalam diskusi panel di sela acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2023. Surabaya (31/1/2024)./Bisnis-Syaharuddin Umngelo.

Bisnis.com, SURABAYA — Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pedagang yang menggunakan sistem transaksi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai 3,45 juta atau meningkat sebesar 31,37 persen dibandingkan tahun 2022.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Jawa Timur Doddy Zulverdi dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (2/2/2024), mengatakan pada 2022, pedagang yang menggunakan QRIS di Jawa Timur hanya sebanyak 2.368.350 (2,37 juta), jadi meningkat 1.081.650 (1,08 juta) pengguna.

"Sedangkan total pengguna QRIS di Jawa Timur sampai dengan Desember 2023 sebanyak 6,29 juta, atau tumbuh 54,59 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Desember 2022," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya memperluas pengguna baru QRIS melalui berbagai program kolaborasi BI dan penyedia jasa pembayaran, yang menyasar berbagai komunitas masyarakat.

"Tercatat pengguna baru QRIS di sepanjang 2023 sebanyak 2,22 juta atau mencapai 105,3 persen dari target pengguna baru di Jawa Timur yakni 2,1 juta pengguna baru," ucapnya.

Sedangkan, nominal dan volume transaksi QRIS di Jawa Timur pada Desember 2023 masing-masing sebesar Rp2,36 triliun atau meningkat 174,68 persen secara yoy dan 19,56 juta transaksi atau meningkat 91,59 persen.

"Peningkatan transaksi secara tahunan menggambarkan peningkatan akseptasi QRIS di kalangan masyarakat," tuturnya.

Doddy menjelaskan, pihaknya secara aktif dan konsisten terus mengakselerasi, ekstensifikasi dan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui berbagai program inovatif.

"Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital yang inklusif dan efisien yang berkontribusi pada kebangkitan ekonomi nasional," kata Doddy.

Ia mengingatkan seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun, baik bank atau nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh pedagang berlogo QRIS.

"Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari Bank Indonesia," tuturnya.

Tak hanya itu, transaksi QRIS juga bisa menggunakan sumber dana berupa simpanan dan atau instrumen pembayaran berupa kartu debet, kartu kredit dan uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server based.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper