Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kota Malang Inflasi 0,75 Persen, Ini Pemicunya

Kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran inflasi 1,23 persen disumbang mi, kue kering berminyak, nasi dengan lauk.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  12:09 WIB
Pengelola toko kue Madjoe Cornelia Felicia menata kue bebek jualannya di tokonya yang berdiri sejak tahun 1930 di Sukoharjo, Malang, Jawa Timur, Senin (13/12/2021). Pengelola toko kue tertua di Malang yang sudah masuk ke generasi ketiga tersebut berusaha mempertahankan usahanya dengan mengandalkan permintaan dari para pelanggan lama yang menyukai kue kering legendaris seperti kue sagon, kue bebek dan nastar. - Antara/Ari Bowo Sucipto.
Pengelola toko kue Madjoe Cornelia Felicia menata kue bebek jualannya di tokonya yang berdiri sejak tahun 1930 di Sukoharjo, Malang, Jawa Timur, Senin (13/12/2021). Pengelola toko kue tertua di Malang yang sudah masuk ke generasi ketiga tersebut berusaha mempertahankan usahanya dengan mengandalkan permintaan dari para pelanggan lama yang menyukai kue kering legendaris seperti kue sagon, kue bebek dan nastar. - Antara/Ari Bowo Sucipto.

Bisnis.com, MALANG — Kota Malang sepanjang 2021 mengalami inflasi sebesar 1,75 persen, sedangkan pada Desember mengalami inflasi 0,75 persen yang dipicu a.l kenaikan harga cabai rawit.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan inflasi Desember menurut kelompok pengeluaran, kelompok makanan, Minuman dan Tembakau mengalami inflasi 1,85 persen.yang disumbang cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, cabai merah, semangka, daging ayam ras, ikan mujair

“Kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran inflasi 1,23 persen disumbang mi, kue kering berminyak, nasi dengan lauk,” katanya, Senin (3/1/2022).

Kelompok transportasi komoditas inflasi 1,07 persen, penyumbang inflasi tarif angkutan udara, tarif kendaraan R4 online, mobil, dan sepeda motor. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga komoditas penyumbang inflasi sabun deterjen bubuk/cair, pembersih lantai, penyegar ruangan sebesar 0,41 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa Lainnya inflasi 0,12 persen. Penyumbang inflasi sampo, pasta gigi, pelembab, deodorant, sabun mandi, tisu, emas perhiasan 0,31 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki, penyumbang inflasi baju kaos berkerah pria, jaket pria, seragam sekolah anak.

Komoditas yang mengerem inflasi atau mengalami deflasi, yakni mangga turun -33,1 persen dengan andil sebesar -0,05 persen; jeruk turun -6,87 persen dengan andil sebesar -0,02 persen, air kemasan turun -1,67 persen dengan andil sebesar -0,01 persen, apel turun -7,26 persen dengan andil sebesar -0,01 persen, anggur turun -11,1% dengan andil sebesar -0,01 persen, pisang turun -1,81 persen dengan andil sebesar -0,01 persen.

Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai inflasi Desember sebesar 0,73 persen menjadi inflasi bulanan tertinggi sepanjang 2021.

“Kenaikan komoditas strategis seperti telur, minyak goreng dan cabe rawit memberikan andil cukup besar pada tingginya inflasi Desember,” katanya.

Selain itu, kenaikan permintaan selama Nataru turut berkontribusi pada tingginya inflasi desember 2021. Hal ini didukung dengan data, yakni selama Desember kelompok pengeluaran Mamin dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 1,85 persen dan selama 2021 mengalami inflasi sebesar 2,96 persen jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi umum yang sebesar 1,75 persen.

Menurut dia, pergerakan inflasi Desember yang didorong oleh volatile food juga diperkuat dengan inflasi pada komponen bahan makanan sebesar 2,53%. Fakta ini menunjukan bahwa pengendalian inflasi pada sisi volatile food masih menjadi “PR” utama bagi pemerintah, khususnya TPIN dan TPID.(K24)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jatim malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top