Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inka Ekspor Perdana Gerbong ke Selandia Baru

PT INKA tidak hanya membuat gerbong kereta api, tetapi juga membuat bus listrik yang akan disiapkan untuk perhelatan KTT G20 di Bali.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  16:40 WIB
Inka Ekspor Perdana Gerbong ke Selandia Baru
Sejumlah orang mengambil gambar saat pelepasan secara resmi gerbong barang produksi di PT INKA oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke New Zealand di Madiun, Jawa Timur, Jumat (31/12/2021). INKA Group mengekspor 262 gerbong barang jenis container flat top wagon ke Kiwi Rail New Zealand yang merupakan badan usaha milik negara New Zealand. - Antara/Siswowidodo.
Bagikan

Bisnis.com, MADIUN - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melepas secara simbolis ekspor tahap pertama bagian dari sebanyak 262 gerbong barang jenis container flat top wagon buatan PT INKA (Persero) untuk Kiwi Rail ke Selandia Baru.

"Hari ini kita akan meluncurkan dua dari 262 (gerbong) menuju New Zealand. Ini menjadi suatu kebanggaan, seperti kita ketahui, New Zealand merupakan negara maju yang memberikan kesempatan pada kita. Karenanya, Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini berlangsung dengan baik," ujar Menhub Budi saat pelepasan di INKA Madiun, Jawa Timur, Jumat (31/12/2021).

Menhub menyatakan kebanggaannya atas capaian PT INKA (Persero) telah mampu menciptakan produk yang dapat bersaing di pasar internasional.

"Kita harus bangga, anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi," kata Menhub.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar produk dalam negeri karya anak bangsa terus diproduksi untuk menambah ekspor negara.

Menhub mengungkapkan, PT INKA tidak hanya membuat gerbong kereta api, tetapi juga membuat bus listrik yang akan disiapkan untuk perhelatan KTT G20 di Bali dan pembuatan kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia timur.

"Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ekspor negara," kata dia.

Menhub Budi berpesan kepada PT INKA agar terus menjaga kualitas dan harga yang dapat meningkatkan daya saing produknya di luar negeri.

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan gerbong barang buatan PT INKA tersebut merupakan pesanan dari Kiwi Rail.

"Kiwi Rail merupakan BUMN di Selandia Baru yang bergerak sebagai operator transportasi perkeretaapian. Kiwi Rail juga sebagai operator feri antarpulau terbesar di Selandia Baru," kata Budi Noviantoro.

Nantinya setelah sampai di Selandia Baru, dua gerbong barang yang dikirim akan diuji berdasarkan kondisi rel di sana. Setelah itu, dijadwalkan Februari 2022, INKA siap memproduksinya.

Gerbong pesanan tersebut dibuat sesuai desain dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Kiwi Rail berdasarkan kondisi di Selandia Baru.

Pihaknya optimistis tidak ada kendala saat uji coba agar dapat segera diproduksi secara massal. Sesuai kontrak, proyek tersebut diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu 18-20 bulan.

Dengan memasok 262 gerbong barang untuk Selandia Baru, diharapkan dapat menjadi langkah besar INKA Group untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api Oseania.

Sebelumnya, PT INKA juga telah melakukan ekspor sebanyak 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia.

Budi Noviantoro menambahkan pesanan Selandia Baru ini merupakan ekspor ketiga PT INKA sepanjang tahun 2021. Sebelumnya INKA telah mengekspor produknya ke Filipina dan Bangladesh. Saat ini INKA juga merambah pasar Afrika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api jatim pt inka madiun

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top