Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Telur Ayam di Kota Madiun Mencapai Rp30.000/Kg

Setiap hari itu harga telur ayam naik, turun, naik lagi. Selalu berubah-ubah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  16:54 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, MADIUN - Harga telur ayam ras di pasar tradisional Kota Madiun, Jawa Timur, naik tajam saat Natal 2021 dan menjelang tahun baru 2022 yang menembus hingga Rp30.000 per kilogram.

Pedagang telur ayam ras di Pasar Besar Madiun Mulyono mengatakan kenaikan harga telur ayam secara bertahap terjadi sejak sebulan terakhir. Dari harga Rp20.000 per kilogram sampai saat ini berkisar antara Rp28.000 hingga tertinggi Rp30.000 per kilogram.

"Setiap hari itu harga telur ayam naik, turun, naik lagi. Selalu berubah-ubah. Sekarang ini di kisaran Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram," ujar Mulyono, Rabu (29/12/2021).

Ia tidak tahu persis apa yang membuat harga telur ayam naik sangat tinggi. Ia mengaku momentum Natal dan tahun baru biasanya harga telur ayam memang naik. Namun, kenaikan harga saat ini tergolong sangat tinggi.

Karena naik tinggi, ia mengaku penjualannya menurun. Jika sebelumnya ia mampu menjual hingga 3 kwintal telur ayam per hari, kini hanya mampu menjual 60 kilogram per hari.

Pihaknya mengaku tidak berani menyetok telur dengan jumlah banyak, sebab keberadaannya tidak tahan lama. Selain itu, ia juga khawatir tidak laku dan akhirnya malah merugi.

Sementara, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kota Madiun Surat membenarkan jika harga telur ayam ras mengalami kenaikan drastis. Menurut dia, kenaikan itu disebabkan karena permintaan telur ayam di pasaran saat momen Natal dan Tahun Baru 2022 cukup tinggi.

Apalagi, lanjutnya, telur ayam ras yang dijual di Kota Madiun bukan produksi lokal melainkan didatangkan dari daerah kabupaten sekitar seperti Magetan maupun Blitar. Sehingga mempengaruhi harga jual.

"Menjelang Natal, tahun baru, dan hari raya lebaran harganya pasti naik. Jadi kalau ada "event" yang dibutuhkan masyarakat banyak, maka harganya naik," ujar Surat.

Pihaknya mengaku Dinas Perdagangan tidak dapat berbuat banyak atas kenaikan harga tersebut. Dinasnya hanya bertugas memantau laju harga dan menjaga agar stok barang di pasaran aman.

Meski harga naik, Surat memastikan pasokan telur ayam di wilayah Kota Madiun masih mencukupi. Selain telur, kenaikan harga yang signifikan juga terjadi pada komoditas cabai rawit. Saat ini cabai rawit di pasar tradisional Kota Madiun berkisar Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Sedangkan harganya normal sebelumnya di kisaran Rp15.000 hingga Rp30.000 per kilogram.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim madiun telur ayam

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top