Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Karbida Emdeki Utama Yakin Bisa Cetak Penjualan 23.690 Ton

Perseroan optimistis volume penjualan sampai Desember bisa tercapai 23.690 ton atau naik 13 persen dibandingkan tahun lalu.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 29 November 2021  |  15:42 WIB
Produsen Karbida Emdeki Utama Yakin Bisa Cetak Penjualan 23.690 Ton
Direktur PT Emdeki Utama Tbk, Kilambi Chakravarthi (kiri) dan Direktur Emdeki, Vincent Secapramana (kanan) dalam agenda paparan publik Emdeki di Gresik, Senin (29/11/2021). - Bisnis/Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, GRESIK - Produsen kalsium karbida atau karbit PT Emdeki Utama Tbk. (MDKI) masih optimistis memasang target volume penjualan hingga akhir tahun mencapai 23.690 ton meskipun masih dibayangi oleh ketidakpastian pasar global akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Direktur Emdeki, Kilambi Chakravarthi, mengatakan pada kuartal III/2021 perseroan mencatatkan total volume penjualan kalsium karbida sebesar 18.498 ton, dan pencapaian laba sebesar Rp23,26 miliar.

“Sehingga kami masih optimistis volume penjualan kita sampai Desember nanti bisa tercapai 23.690 ton atau naik 13 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangan untuk laba, sepertinya akan sulit mencapai laba seperti 2020 yang mampu terealisasi Rp40 miliar,” katanya dalam Paparan Publik MDKI, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, perkiraan sulitnya bisa mencapai target laba seperti 2020 disebabkan oleh adanya kenaikan beban biaya seperti naiknya harga bahan baku dari China sampai 210 persen, dan biaya transportasi kontainer ekspor yang naik 180 persen. Padahal, tren pasar ekspor terutama ke India mengalami peningkatan dua kali lipat, yakni tahun ini serapan pasar ekspor mencapai 5.700 ton, naik dibandingkan tahun lalu hanya 4.000 - 5.000 ton.

“Ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan global dibarengi dengan adanya pandemi Covid-19 sejak 2020 sampai saat ini cukup membayangi pertumbuhan dari negara-negara mitra dagang utama yang diproyeksikan melambat. Hal ini tentunya menumbuhkan risiko negatif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kita, tapi sejauh ini kami masih mampu menjaga stabilitas pertumbuhan dengan cukup baik,” jelasnya.

Direktur Emdeki, Vincent Secapramana menambahkan di tengah kondisi pandemi dan ketidakpastian perdagangan global memang membuat beberapa rencana pengembangan usaha perseroan menjadi tertunda sejak tahun lalu. 

“Adanya pandemi Covid-19 secara global sangat mempengaruhi dan melemahkan kondisi ekonomi baik nasional maupun internasional,” katanya.

Adapun rencana pengembangan usaha tersebut adalah upaya diversifikasi usaha dengan memproduksi Carbide Desulphuriser dan High Grade Ferro Silica yang digunakan oleh industri baja.

Pembangunan pabrik Carbide Desulphuriser Tahap I telah selesai dibangun di Gresik pada akhir September 2019 dan telah berproduksi normal. Sedangkan pabrik Carbide Desulphuriser Tahap II di Cilegon Banten untuk saat ini masih ditunda dan menunggu perkembangan positif pabrik baja di wilayah Cilegon.

Begitu juga dengan rencana pembangunan pabrik Ferro Silica di Gresik berkapasitas 7.000 ton/tahun juga perlu ditunda sebab masih perlu penelaahan lebih lanjut akibat adanya ramalan para ekonom dunia dan adanya pandemi Covid-19 terjadi perlambatan ekonomi.

Diketahui, Emdeki merupakan produsen kalsium karbida atau karbit yang digunakan untuk pembuatan gas acetylene (C?H?) yakni gas untuk memotong dan mengelas besi dan baja pada industri perkapalan, pertambangan, karoseri serta industri kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim jawa timur gresik emdeki utama kalsium
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top