Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasuruan Sentra Pemindangan Ikan Disokong Gudang Pendingin 50 Ton

Terdapat 15 pemindang skala besar dengan rata-rata produksi sekitar 3-7 ton/hari atau total 45-105 ton/hari. Selain itu, di Pasuruan juga terdapat 115 pemindang skala rumah tangga yang memproduksi 100-1.100 kg/hari atau rata-rata produksi sebesar 125 kg/hari per orang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  14:17 WIB
Ilustrasi - Gudang beku tempat penyimpanan ikan di Desa Mlaten, Kabupaten, Pasuruan, Jawa Timur. - Antara/KKP
Ilustrasi - Gudang beku tempat penyimpanan ikan di Desa Mlaten, Kabupaten, Pasuruan, Jawa Timur. - Antara/KKP

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan cold storage atau gudang beku berkapasitas 50 ton dalam rangka mendukung kinerja Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Bahari Indah di Pasuruan, Jawa Timur.

"Bantuan ini bisa meringankan biaya produksi karena bahan baku disimpan di gudang beku milik kelompok dan dekat dengan sentra pemindangan," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti, di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Ia mengemukakan, Kabupaten Pasuruan termasuk sebagai salah satu daerah tumpuan pemindangan ikan di Provinsi Jawa Timur. Bahkan, produksi dan pemasaran ikan pindang Pasuruan meningkat pada masa pandemi.

Saat ini, lanjutnya, terdapat 15 pemindang skala besar dengan rata-rata produksi sekitar 3-7 ton/hari atau total 45-105 ton/hari. Selain itu, di Pasuruan juga terdapat 115 pemindang skala rumah tangga yang memproduksi 100-1.100 kg/hari atau rata-rata produksi sebesar 125 kg/hari per orang.

"Total produksi pindang di Kabupaten Pasuruan bisa mencapai 14.375 kg atau 14,375 ton/hari. Ini angka yang luar biasa," kata Artati.

Adapun bahan baku ikan untuk usaha pemindangan tersebut berasal dari Pasuruan, Sidoarjo, Jember, Malang dan Trenggalek.

Artati memaparkan, jenis ikan yang digunakan untuk pemindangan di antaranya ikan layang, kembung, tembang, selar, dan tongkol.

Selama ini, pemindang menyimpan bahan baku di cold storage atau gudang beku milik swasta yang terletak di Surabaya dengan biaya sewa Rp2.500-5.000/kg.

Akibatnya, para pelaku usaha sering mengalami kerugian, antara lain dari kerusakan produk karena tidak segera terjual atau pada saat cuaca buruk, pasokan bahan baku berkurang dan minim cadangan bahan baku.

"Ini tentu tak efektif dan berpengaruh pada biaya produksi akibat tingginya biaya sewa cold storage dan transportasi," ujarnya.

Dengan adanya bantuan gudang beku berkapasitas 50 ton itu, maka kesegaran mutu ikan bisa terjaga dan produksi bisa ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar.

Sementara Ketua Poklahsar Bahari Indah, Ridwan menegaskan bantuan gudang beku dari KKP sangat bermanfaat. Bahkan, mulai dari para nelayan, kelompok pemasar, pengolah ikan, pemilik moda transportasi dan konsumen lainnya yang terlibat dalam rantai bisnis ini merasakan langsung manfaat bantuan tersebut.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa bantuan cold storage portable merupakan bagian dari stimulus penanggulangan dampak ekonomi pandemi yang diberikan untuk menghindari penurunan kualitas/mutu dan harga ikan yang drastis di tingkat nelayan atau pembudidaya.

Hal itu, ujar dia, bertujuan pula untuk menjamin tersedianya pasokan bahan baku bagi UMKM pengolahan ikan sekaligus konsumsi ikan masyarakat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan pasuruan jatim

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top