Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bupati Pasuruan Minta Masyarakat Tidak Kendor Terapkan Protokol Kesehatan

Masyarakat diminta memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan ke RS sehingga ada deteksi dini sebagai upaya preventif agar mampu terhindar dari paparan virus Corona.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 24 Januari 2021  |  11:23 WIB
Warga Pasuruan yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. - Istimewa
Warga Pasuruan yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. - Istimewa

Bisnis.com, PASURUAN — Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meminta agar masyarakat tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga positif Covid-19 di daerah tersebut bisa ditekan.

“Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi merupakan bukti sayang kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya di Pasuruan, Jumat (22/1/2021).

Dengan selalu berkomitmen dalam melaksanakan 5M, yakni disiplin memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir, menghindari kerumunan, serta menjaga jarak aman, maka angka positif Covid-19 di daerah tersebut bisa ditekan.

Saat memberikan motivasi pada seluruh peserta Khotmil Qur’an yang dilaksanakan secara daring setiap hari Kamis pagi secara daring, dia menyampaikan bahwa disiplin 5M adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan secara kolektif, baik dilakukan di kantor, rumah, maupun di masyarakat.

“Dengan menerapkan 5M, itu bukti sayang kita pada keluarga, teman-teman dan lingkungan sekitar kita. Sebagai upaya benteng ikhtiar kita juga sebelum melaksanakan vaksinasi secara massal di Kabupaten Pasuruan. Itu harus dilakukan secara bersama-sama setiap saat,” katanya, Kamis (21/1/2021).

Hal penting yang juga harus diperhatikan oleh masyarakat, kata dia, yakni perlunya masyarakat memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan ke RS sehingga ada deteksi dini sebagai upaya preventif agar mampu terhindar dari paparan virus Corona. Terlebih kondisi saat ini yang masih menempatkan klaster keluarga sebagai posisi tertinggi dalam penularan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Dia menegaskan, penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan. Evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan bersama Forkopimda diketahui, penularan tren didominasi oleh keluarga dan perusahaan. “Deteksi dini dalam memeriksakan kesehatan ke RS itu sangat penting kita lakukan. Masyarakat tidak perlu takut pergi ke RS karena kondisi pandemi. Covid bisa disembuhkan. Muah-mudahan gerakan kita dalam kampanyekan 5M juga berdampak pada penurunan kasus positif Covid,” ujarnya.

Penyebaran Virus Corona masih belum terkendali hingga kini. Termasuk di Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad menjelaskan angka positif Covid-19 di daerah tersebut terus bertambah.

Per-Kamis (21/1/2021), Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan mencatat ada tambahan 16 orang yang dinyatakan positif terpapar virus Corona yang terdiri atas 1 warga Kecamatan Bangil, 5 warga Gempol, 1 warga Lekok, 1 warga Nguling, 4 warga Pandaan, 1 warga Pasrepan, 1 warga Purwosari, 1 warga Rejoso, dan 1 warga Tutur.

Dari 16 orang tersebut, ada yang berprofesi guru, karyawan perusahaan, tenaga kesehatan, pelajar maupun pemuka agama. Sebagian besar mereka terpapar dengan gejala berat, sehingga harus dirawat intensif di RSUD Bangil, RS Prima Husada maupun RSUD Grati, dan 3 orang diantaranya memiliki gejala ringan sehingga memilih isolasi mandiri di rumah.

"Kalau diklasifikasi, dari 16 orang yang terpapar, terdiri dari 9 orang dirawat di RSUD Bangil, 1 orang di RS Grati, 3 orang dirawat di RS Prima Husada, dan sisanya memilih isolasi mandiri," katanya.

Dengan bertambahnya 16 orang terpapar, maka sampai Kamis (21/1/2021), total sudah ada 2.599 warga Kabupaten Pasuruan yang terinfeksi Covid-19 dengan rinci, 345 orang merupakan warga Bangil, 242 warga Beji, 388 warga Kecamatan Gempol, 82 warga Gondangwetan, 152 warga Grati, 53 warga Kejayan, 92 warga Kraton, 51 warga Lekok, 13 warga Lumbang, 63 warga Nguling.

Selanjutnya, 283 warga Pandaan, 16 warga Pasrepan, 50 warga Pohjentrek, 107 warga Prigen, 62 warga Purwodadi, 147 warga Purwosari, 11 warga Puspo, 106 warga Rejoso, 76 warga Rembang, 159 warga Sukorejo, 5 warga Tosari, 20 warga Tutur, 44 warga Winongan, dan 32 warga Wonorejo.

Dengan semakin banyaknya warga yang terpapar Covid-19, Syaifudin menghimbau warga Kabupaten Pasuruan untuk tidak kendor dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Semakin hari semakin banyak yang terpapar. Mudah-mudahan pemahaman masyarakat sudah sangat tinggi, sehingga kita semua sudah punya cara untuk bagaimana bisa terhindar dari virus corona. Jangan lupa 5M,“ ujarnya.(K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasuruan jawa timur
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top