Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Penularan Covid-19, Satgas Kampung Tangguh Surabaya Perketat Mobilitas

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan pengetatan oleh Satgas Kampung Tangguh ini bisa dilakukan lewat blocking wilayah jika ada warga yang terkonfirmasi positif.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  07:04 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (26/8/2020). - Antara/Umarul Faruq\r\n\r\n
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (26/8/2020). - Antara/Umarul Faruq\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya meminta Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo untuk memperketat kembali mobilitas warga di kampungnya guna menekan tingkat penularan Covid-19.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan pengetatan oleh Satgas Kampung Tangguh ini bisa dilakukan lewat blocking wilayah jika ada warga yang terkonfirmasi positif.

“Selain itu juga agar para satgas ini melakukan pencatatan terhadap warganya yang keluar masuk daerahnya. Bilamana ada warganya yang habis dari luar kota dimohon untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat atau laboratorium di Surabaya,” jelasnya, Jumat (22/1/2021).

Irvan mengatakan pengetatan akses dan mobilitas warga di kampung ini perlu dilakukan mengingat tingginya angka kasus Covid-19 yang terjadi di Jatim, dengan tingkat penularan yang sangat cepat.

Bahkan sekitar 28 persen penularan terjadi di klaster keluarga. Untuk itu pihaknya meminta warga yang terpapar tanpa gejala agar melakukan isolasi mandiri di fasilitas yang disediakan pemerintah seperti Hotel Asrama Haji (HAH) dan RS Darurat Lapangan Indrapura.

Irvan pun menduga banyaknya klaster keluarga ini akibat anak-anak muda yang sering bermain di luar dan bertemu dengan banyak orang lalu tanpa sadar kembali ke rumah dengan membawa virus tersebut.

“Kemudian anak-anak muda ini bertemu orang tuanya dan keluarga lainnya yang daya tahan tubuhnya tidak sekuat anaknya, lebih bahaya lagi kalau orang tuanya itu punya penyakit bawaan atau komorbid sehingga lebih cepat tertular,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top