Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Klaster Keluarga, OTG di Surabaya Jangan Isolasi di Rumah

Hasil analisis menunjukan bahwa faktor yang mengakibatkan seseorang tertular atau dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 adalah tertinggi berada di klaster keluarga atau karena kontak erat keluarga, prosentasenya sekitar 28 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  06:08 WIB
Ratusan warga menjalani rapid test yang digelar Pemkot Surabaya di bawah Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Sabtu (12/9/2020) malam. - Antara
Ratusan warga menjalani rapid test yang digelar Pemkot Surabaya di bawah Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Sabtu (12/9/2020) malam. - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya meminta warga yang melakukan isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 tanpa gejala atau OTG agar melakukan karantina di tempat yang disediakan pemerintah mengingat banyaknya kasus yang terjadi di klaster keluarga.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto menjelaskan pihaknya melakukan analisis data hasil tracing yang dilaporkan camat se-Surabaya terkait asal penyebaran/penularan virus ini.

“Hasil analisis menunjukan bahwa faktor yang mengakibatkan seseorang tertular atau dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 adalah tertinggi berada di klaster keluarga atau karena kontak erat keluarga, prosentasenya sekitar 28 persen,” katanya, Jumat (22/1/2021).

Dia menjelaskan analisis tersebut dilakukan dengan mengambil data hasil tracing mulai 10-17 Januari 2021 dengan sampel kasus sebanyak 150 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Nah, dari 150 sampel kasus yang dianalisis itu, sebanyak 68 persen orang melaksanakan isolasi mandiri di rumah/apartemen, dan 25 persen melaksanakan isolasi di rumah sakit/tempat yang disediakan oleh pemerintah/swasta, dan 7 persen di tempat lainnya,” katanya.

Irvan menambahkan, hasil analisa lainnya adalah orang yang tertular karena punya komorbid dan memeriksakan diri ke rumah sakit dengan prosentase 24,7 persen, sedangkan orang yang telah bepergian dari luar kota mencapai 14,7 persen.

“Disusul karena penularan di tempat kerja ada 12,7 persen, lalu orang yang setelah dari tempat keramaian/kerumunan 10 persen, dan pekerja di rumah sakit/tenaga medis 7,3 persen,” imbuhnya.

Mantan Kasatpol PP Surabaya itu pun meminta warga terpapar dan tanpa gejala agar melakukan isolasi mandiri di tempat yang sudah disediakan pemerintah, sebab jika isolasi mandiri di rumah tetap bisa menularkan kepada anggota keluarga lainnya.

“Isolasi bisa dilakukan di Hotel Asrama Haji (HAH) karena di sana masih banyak kamar kosong, di sana ada 304 orang yang masih dirawat serta di RS Darurat Lapangan Indrapura,” ujarnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top