Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Blitar Selatan Mengembangkan Pertanian Hortikultura

Dari 7.000 hektare tanaman cabai, yang sudah dikonversi menjadi tanaman melon dan bawang merah ada 500 hektare.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 25 September 2020  |  20:41 WIB
Bupati Blitar Rijanto di Desa Plandirejo, Kec. Bakung, Senin (21/9/2020). - Istimewa
Bupati Blitar Rijanto di Desa Plandirejo, Kec. Bakung, Senin (21/9/2020). - Istimewa

Bisnis.com, BLITAR — Kab. Blitar bagian selatan dikembangkan menjadi sentra tanaman hortikultura karena lebih menguntungkan bagi petani.

Kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kab. Blitar Hikma Wahyudi mengatakan di daerah tersebut sebelumnya hanya menanam ketela pohon karena karakteristik lahannya yang kering, tadah hujan.

“Tapi sejak 10 tahun lalu, sudah dikonversi menjadi tanaman hortikultura, terutama cabai,” ujarnya di Blitar, Jumat (25/9/2020).

Perkembangannya dalam beberapa tahun belakangan, terutama dengan aktifnya petani milenial, komoditas hortikultura yang ditanam berkembang dengan menanam melon dan bawang merah.

Dari 7.000 hektare tanaman cabai, yang sudah dikonversi menjadi tanaman melon dan bawang merah ada 500 hektare dan akan terus berkembang karena lebih menguntungkan daripada tanaman cabai.

Dia memproyeksikan, dari 7.000 hektare lahan kering di sana bisa dikonversi 3.500 hektare untuk tanaman melon dan bawang merah.

Adapun problemnya terkait dengan pengairannya, irigasi. Perlu ada sumur-sumur baru karena tidak mungkin mengandalkan saluran irigasi eksisting yang terbatas.

Kebutuhan sumur untuk irigasi pertanian di lahan kering di lima kecamatan, Panggungrejo, Wates, Wonortirto, Binangun, dan Bakung di Kab. Blitar bagian selatan mencapai 400 titik, sedangkan sumur eksisting 15 titik.

Setiap tahun, Pemkab Blitar akan menganggarkan pembangunan sumur untuk irigasi sebanyak 20 titik.

Dengan target pembangunan 400 titik sumur irigasi bisa dibangun selama lima tahun, kata dia, maka dibutuhkan dana yang berasal dari APBD untuk percepatannya.

Oleh karena itulah, dia mengusulkan kepada pemerintah agar membantu pengadaan sumur irigasi di Kab. Blitar bagian selatan. CSR-CSR perusahaan di sektor pertanian juga diarahkan untuk membangun sumur irigasi.

Luasan tanaman bawang merah di Blitar Selatan mencapai 200 hektare, namun produktivitasnya tinggi karena sudah menggunakan teknologi yang lebih baik, yakni mulsa. Juga di sana merupakan kawasan masih bebas dari penyakit tanaman.

“Produksi bawang merah di sini mencapai 1:20-30. Artinya, bibit bawang yang sebanyak 1 kg akan menghasilkan 20-30 kg, lebih tinggi daripada Nganjuk yang merupakan sentra bawang merah yang hanya 1:10,” ujarnya.

Untuk melon, luasan lahannya 300 hektare. “Petani bisa berhasil memasok melon untuk pasar Bali dan Jakarta.

Rudi (39), petani melon asal Kec. Wonotirto mengatakan tertarik menanam melon karena harganya bagus. Lahan melon miliknya seluas 2 hektare. Saat harga melon turun menjadi Rp6.000-Rp6.500/kg dari harga normal Rp12.000/kg, petani masih untung.

“Biaya produksi melon mencapai Rp7.000/pohon, namun satu pohon bisa berbuah setidaknya dua buah. Jadi kami masih untung,” ucapnya.

Bupati Blitar Rijanto mendukung para kelompok tani dalam di Desa Plandirejo dan Desa Ngejo, Kecamatan Bakung dalam mngembangkan komoditas hortikultura di Kabupaten Blitar meskipun di tanah kering.

“Sangat luar bisa semangatnya. Kalau dulu mereka hanya menanam ketela sekarang ada melon, lombok, jagung dan tentunya ada brambang. Saya lihat di Desa Plandirejo ini petani menanam melon, ini sangat bagus sekali,” ucapnya.

Bentuk dukungan pada petani, yakni membantu dari segi pengairan dan alsintan secara bertahap.

“Kami berharap bisa memberikan bantuan sumur. Kemarin kami baru saja mengajukan bantuan sumur sedang. Semoga apa yang kami harapkan ini tahun ini bisa terealisasi,” ujar Bupati Blitar saat mengunjungi daerah tersebut, Senin (21/9/2020) lalu.(k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blitar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top