Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaster Durian Unggul Lokal Dikembangkan di Blitar

Jumlah tanaman durian di Kab. Blitar saat mencapai 109.715 pohon. Dari jumlah itu, 70 persen ditanam di Sumberasri.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 21 September 2020  |  17:21 WIB
Durian badugul di sentra durian di Desa Sumberasri, Kec. Nglegok, Kab. Blitar. - Istimewa
Durian badugul di sentra durian di Desa Sumberasri, Kec. Nglegok, Kab. Blitar. - Istimewa


Bisnis.com, MALANG — Kab. Blitar akan mengembangkan klaster durian unggul lokal, badugol, di Desa Sumberasri, Kec. Nglegok.

Kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kab. Blitar Hikma Wahyudi mengatakan di desa tersebut sebenarnya merupakan sentra durian di Kab. Blitar. Namun varietas durian yang ditanam di sana bukan varietas unggulan sehingga kurang kompetitif di pasar.

“Secara bertahap tanaman durian di sana akan kami ganti dengan durian varietas unggul lokal, Badugol, sehingga durian asal Blitar mempunyai ciri khas,” katanya, Senin (21/9/2020).

Jumlah tanaman durian di Kab. Blitar saat mencapai 109.715 pohon. Dari jumlah itu, 70 persen ditanam di Sumberasri.

“Tanaman durian di Sumberasri inilah nantinya secara bertahap kami konversi dengan pohon durian varietas badugol,” katanya.

Varietas Badugol, kata dia, sebenarnya berasal dari Desa Wonorejo, Srengat. Ciri khasnya, rasanya manis namun ada pahitnya, ciri khas durian unggul yang dapat menjadi keunggulan kompetitif.

Selain itu, dagingnya tebal dan bijinya kecil, pipih. Beratnya juga tidak terlalu berat, rerata hanya 2 kg sehingga cocok untuk berbagai segmen, tidak hanya kelas menengah-atas seperti durian jenis musang king, durian hitam, dan montong yang bentuknya besar sehingga bobotnya otomatis berat.

“Tahun ini, kami mengkonversi tanaman durian diganti varietas badudul sebanyak 2.000 pohon durian di Sumberasri,” katanya. Targetnya, selama lima tahun semua tanaman pohon durian eksisting diganti dengan durian varietas baru tersebut.

Sementara itu, Koperasi Produsen Semua Bisa Sukses di Kampung Durian Runtuh, Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat, diharapkan bisa memasok bibit durian. Dari proses pembibitan hingga berbuah, pohon durian Badugol membutuhkan waktu lima tahun.

Di Wonorejo, kata dia, tanaman pohon durian varietas Badugol sebenarnya hampir punah. Hanya sekitar 108 pohon. Dari sebaran tanaman pohon durian di Blitar, hanya 5 persen pohon durian ditanam di daerah tersebut.

“Dengan adanya koperasi, masyarakat di sana juga antusias untuk menanam pohon durian Badugol,” katanya.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan keberadaan koperasi itu diharapkan menumbuhkan ekonomi masyarakat Kabupaten Blitar dengan antusias warga menanam pohon durian. Ketentuan koperasi yang mewajibkan anggotanya menanam 10 pohon durian dapat mendorong perkembangan daerah tersebut sebagai sentra durian.

Ada beragam bibit unggul durian yang bisa ditanam, seperti musang king, badugul, durian hitam, dan bawor.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blitar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top