Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembelajaran Luring di Kab. Blitar Tunggu Zona Kuning

Kegiatan belajar mengajar di sekolah atau luring akan dilaksanakan saat daerah tersebut sudah berubah menjadi zona kuning, sedangkan saat ini masih di zona orange.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 15 September 2020  |  18:21 WIB
Bupati Blitar Rijanto pada Sosialisasi Kebijakan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 dan Pemberian Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada PTT dan GTT secara virtual di Aula Garuda Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Selasa (15/9/2020). - Istimewa
Bupati Blitar Rijanto pada Sosialisasi Kebijakan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 dan Pemberian Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada PTT dan GTT secara virtual di Aula Garuda Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Selasa (15/9/2020). - Istimewa

Bisnis.com, BLITAR — Pembelajaran secara luring di Kab. Blitar akan diberlakukan jika daerah tersebut berubah dari zona orange menjadi zona kuning.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Blitar Budi Kusumarjoko mengatakan kegiatan belajar mengajar di sekolah atau luring akan dilaksanakan saat daerah tersebut sudah berubah menjadi zona kuning, sedangkan saat ini masih di zona orange.

“Saat ini pembelajaran masih dilakukan secara daring di rumah masing-masing karena Kabupaten Blitar masih di zona orange,” katanya pada Sosialisasi Kebijakan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 dan Pemberian Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada PTT dan GTT secara virtual di Aula Garuda Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Selasa (15/9/2020).

Bupati Blitar Rijanto mengatakan walaupun di tingkat kecamatan ada yang masuk zona hijau, maka pemda tidak langsung memberikan izin untuk pembelajaran secara luring, menunggu kondisinya betul-betul stabil, tidak berubah-ubah.

Dia juga menjelaskan telah meninjau seluruh sekolah. Intinya, semua sekolah siap menerapkan pembelajaran secara luring jika Blitar sudah masuk zona kuning dan hijau.

Terkait dengan perlindungan GTT dan PTT lewat program BPJS Ketenagakerjaan, menurut dia, dari 4.600 GTT dan PTT di Kabupaten Blitar sebanyak 1.600 GTT dan PTT yang menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Karena itulah, dia berharap semua GTT dan PTT di daerah tersebut dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

“Fungsi dari BPJS Ketenagakerjaan ini kan melindungi. Seperti relawan PMI yang meninggal satu bulan lalu juga mendapat santunan karena sudah delapan tahun mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Jadi saya harap semua mengikuti BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blitar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top