Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dinas Peternakan Kab. Blitar Dorong Peternak Produksi Pakan Mandiri

Biaya produksi budi daya ternak dan ikan 80 persen tersedot untuk kebutuhan pakan.
Bupati Blitar Rijanto di usaha peternakan ayam rakyat daerah tersebut November 2019./Istimewa
Bupati Blitar Rijanto di usaha peternakan ayam rakyat daerah tersebut November 2019./Istimewa

Bisnis.com, BLITAR — Dinas Peternakan Kab. Blitar mendorong peternak memproduksi pakan ternak dan ikan untuk menjaga kemandirian dan keberlangsungan usaha.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blitar Adi Andaka mengatakan kebutuhan pakan bagi peternak sangat signifikan. Biaya produksi budi daya ternak dan ikan 80 persen tersedot untuk kebutuhan pakan.

“Karena itulah, jika peternak mampu membuat sendiri pakan ternak secara baik, maka problem tingginya biaya produksi bisa ditekan jika mampu membuat pakan yang baik,” ujarnya di Blitar, Rabu (2/9/2020).

Dengan demikian, maka usaha ternak bisa lebih efisien dan keberlangsungan usaha peternakan dan perikanan bisa berkelanjutan (sustainable).

Oleh karena itulah, peternak perlu pendampingan agar berkemampuan dalam memproduksi pakan ternak. Pemerintah harus hadir membantu peternak. Salah satu yang dilakukan Pemkab Blitar yakni mendirikan Laboratorium Pakan Ternak dan Ikan. Dengan adanya fasilitas itu, maka peternak bisa memverifikasi hasil pakan ternak olahannya, apakah sudah memenuhi standar terkait kesehatan pakan.

Standardisasi pakan diperlukan karena terkait dengan keberhasilan usaha. Jika tidak berhasil, maka akan mempengaruhi produksi peternakan, seperti produksi telur pada peternakan ayam petelur.

“Bisa pula peternak memanfaatkan untuk memeriksakan pakan maupun bahan-bahan ternak saat mendapatkan penawaran dari pemasok,” ucapnya.

Dengan membuat sendiri pakan ternak, maka peternak bisa berhemat. Jika dikalkulasi, ada selisih 10 persen-15 persen bila dibandingkan harga pakan dari pabrikan.

Dia meyakinkan, Laboratorium Pakan Ternak dan Ikan Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blitar berkualitas karena sudah terakreditasi. Hasil laboratorium juga diverifikasi laboratorium peternakan dan perikanan milik Kementerian Pertanian di Bekasi.

Dia meyakinkan kehadiran Laboratorium Pakan Ternak dan Ikan milik Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blitar sangat membantu. Karena kemanfaatan dari laboratorium itulah, semakin banyak peternak yang memanfaatkan. Rerata ada 90 sampel setiap harinya.

Dengan semakin dikenal dan dimanfaatkannya Laboratorium Pakan Ternak dan Ikan tersebut oleh peternak, dia optimistis, Kab. Blitar terus bisa mempertahankan sebagai sentra ternak nasional, bahkan mampu mengembangkannnya. Kab. Blitar dikenal sebagai sentra unggas, sapi perah, sapi potong, dan perikanan budi daya nasional.

Populasi ayam petelur di Kab. Blitar saat ini mencapai 21 juta ekor, ayam pedaging 4,5 juta setiap periode panen setiap 32-34 hari sekali, sapi pedaging 155.000 ekor, sapi perah rakyat 18.000 ekor, sapi perah di usaha peternakan Greenfield 10.000 ekor, kambing 180.000 ekor, dan ikan budi daya 27.000 ton/tahun.

Permasalahan saat ini, pabrikan berusaha mempraktikkan monopoli. Seperti saat menjual doc, mereka mensyaratkan juga peternak untuk membeli pakan. Pabrikan juga mendirikan usaha peternakan ayam pedaging selain memproduksi doc. “Ini yang diprotes peternak karena mengancam keberlangsungan usaha mereka,” ucapnya.(K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper