Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemkab Blitar Dorong Petani Hortikultura Adopsi Sistem Green House

Dengan sistem greenhouse, maka keberhasilan petani dalam menanam melon sangat tinggi.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 25 September 2020  |  20:14 WIB
Bupati Blitar Rijanto saat menghadiri panen raya melon jenis adinda di Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun, Selasa (22/09/2020). - Istimewa
Bupati Blitar Rijanto saat menghadiri panen raya melon jenis adinda di Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun, Selasa (22/09/2020). - Istimewa

Bisnis.com, BLITAR — Pemkab Blitar mendorong petani hortikultura untuk mengadopsi sistem greenhouse karena lebih menguntungkan dan efisien.

Kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kab. Blitar Hikma Wahyudi mengatakan di Kec. Binangun dan Wates, sampai saat ini sudah 170 unit greenhouse untuk komoditas melon. Budi daya melon dengan sistem tersebut baru berkembang dalam tiga tahun terakhir dan terus berkembang karena dinilai menguntungkan.

“Dengan sistem greenhouse, maka keberhasilan petani dalam menanam melon sangat tinggi karena tanaman tidak gampang terserang penyakit, pemupukan bisa lebih efisien, begitu juga pengairannya,” ujarnya di Blitar, Jumat (25/9/2020).

Dengan sistem greenhouse, berarti petani harus membangun petak pertanian dengan memanfaatkan bahan yang ada, seperti bambu. Satu unit greenhouse biasanya berukuran 8 x 40 meter.

Dengan sistem tersebut, maka pengairan bisa efisien karena menggunakan sistem infus. Air mengalir ke setiap tanaman sehingga pemenuhannya bisa pas, tidak berlebih dan tidak kurang. Begitu juga pemupukannya.

Dengan sistem itu, maka panennya bisa diatur sepanjang tahun. Panen diatur antara petani yang satu dan lainnya. Penanaman melon tidak bersamaan waktunya. Dengan cara itu, petani di Kab. Blitar bisa memasok ke luar kota, seperti Jakarta dan Bali setidaknya 4 ton melon/pekan.

“Investasi di awal memang agak mahal bagi petani, sekitar Rp50 juta/unit greenhouse, termasuk pembuatan tandon air dan perpipaannya,” ucapnya.

Rudi (39), petani melon asal Kec. Wonotirto mengatakan tertarik menanam melon karena harganya bagus. Lahan melon miliknya seluas 2 hektare. Saat harga melon turun menjadi Rp6.000-Rp6.500/kg dari harga normal Rp12.000/kg, petani masih untung.

“Biaya produksi melon mencapai Rp7.000/pohon, namun satu pohon bisa berbuah setidaknya dua buah. Jadi kami masih untung,” ucapnya.

Bupati Blitar Rijanto, memuji kaum milenial yang telah sukses melakukan budi daya buah melon.

Menurut dia, pertanian melon di Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun, berkembang pesat dengan adanya inovatif serta semangat dari kalangan milenial. Mereka menggunakan sistem greenhouse dalam budidaya melon. Setidaknya sebanyak 27 petani di Desa Sumberkembar yang kini bertani dengan sistem greenhouse.

Dia berjanji, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada para petani serta kesuksesan ini bisa menular di wilayah Kabupaten Blitar yang memiliki potensi yang sama.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blitar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top