Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kelurahan Mergosono Kota Malang Lakukan Pembatasan Sosial Berskala Lokal

Wali Kota mendapati beberapa masalah yang perlu diatasi, salah satunya kurangnya tenaga penunjang di check point.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  19:22 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) saat meninjau Kel. Mergosono, Jum'at (10/7/2020). - Istimewa
Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) saat meninjau Kel. Mergosono, Jum'at (10/7/2020). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Kelurahan Mergosono, Kec. Kedungkandang, Kota Malang melaksanakankan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) per 10 Juli 2020.

Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan PSBL telah berjalan dengan baik.

"Saya datang untuk memastikan PSBL berjalan dengan baik. Utamanya di check point, pemeriksaan suhu tubuh serta bagaimana proses pemantauan orang keluar masuk di wilayah ini," katanya di Malang, Jumat (10/7/2020).

Dia memberikan apresiasi positif dan mendukung warga Mergosono atas kesadarannya untuk melakukan lockdown lokal tanpa adanya paksaan.

"Hal ini harus kita apresiasi. Ini bentuk kesadaran masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Mergosono," ucapnya.

Catatan Bisnis, sampai saat ini ada 24 warga di Jl Kol Sugiyono yang terinfeksi Covid-19.

Selama 14 hari ke depan, wilayah ini akan dipantau baik kegiatannya dan orang yang keluar masuk. Dengan demikian, dia berharap mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Mergosono akan terputus.

Dari kunjungan itu, Wali Kota mendapati beberapa masalah yang perlu diatasi, yakni kurangnya tenaga penunjang di check point agar saat pemeriksaan suhu tubuh dapat berjalan lebih cepat dan tidak terjadi penumpukan.

Kemudian juga belum ada tempat transit bagi warga dengan suhu badan yang tinggi sekaligus belum adanya tenaga medis dari Puskesmas Arjowinangun. “Saya sudah perintahkan pak Camat untuk segera melengkapi kekurangannya," ujarnya.

Dalam inspeksi tersebut, Sutiaji juga menemukan beberapa warga yang terjaring dengan suhu lebih dari 37,3 derajat pada pemeriksaan awal. Warga tersebut kemudian diminta transit lebih dulu untuk nantinya dicek suhu kembali.

Sementara itu, positif Covid-19 di Kota Malang bertambah 6 orang sehingga kumulatif berjumlah 323 orang per-10 Juli 2020. Dari kumulatif Covid, meninggal 26 orang (bertambah 1), sembuh 88 orang (bertambah 9), dan dirawat 209 orang (berkurang 4).

Sedangkan tambahan positif Covid-19, yakni konfirmasi positif Covid meninggal 1 orang yang sebelumnya merupakan PDP warga Kel, Arjosari, Blimbing (L/40), warga Sawojajar (L/59), warga Arjowinangun (L/71), -warga Jl Kol Sugiono (L/51), warga Mulyorejo (L/39), dan warga Jl Kiageng Gribig (P/52).

Sedangkan konfirmasi postif yang sembuh sebanyak 9 orang, yakni 6 warga Jl. Binor (P/52, L/62, P/50, L/24,L/62, L/17) kasus pada 23 Juni 2020, 2 warga kasus 27 Juni 2020 (P/13) dan (L/50) dan 1 warga kasus 1 Juli 2020 (L/30).

Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto menjelaskan ODR 3.636 orang (bertambah 399 orang), OTG 956 (bertambah 31 orang), dan ODP 1.029 orang (bertambah 6 orang) dengan rinci, 59 orang dipantau (bertambah 6 orang), 968 selesai dipantau dan 2 orang meninggal.

PDP total 457 orang (bertambah 8), PDP meninggal 41 orang, PDP sehat (selesai pengawasan) 208 orang, dan PDP perawatan 208 orang (bertambah 8).(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota malang jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top