Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tambahan Positif Covid-19 di Surabaya Melonjak, Fenomena Gunung Es Meletus?

Penambahan pasien positif Covid-19 di Surabaya tidak hanya berasal dari status peralihan pasien.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  08:25 WIB
Suasana salah satu gerai di World Trade Center (WTC) Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/5/2020). Setelah ditutup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap kedua di Surabaya, pusat penjualan telepon selular itu kembali dibuka dan memberlakukan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Zabur Karuru
Suasana salah satu gerai di World Trade Center (WTC) Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/5/2020). Setelah ditutup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap kedua di Surabaya, pusat penjualan telepon selular itu kembali dibuka dan memberlakukan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, SURABAYA - Pasien positif Covid-19 dalam perawatan di Surabaya bertambah 311 orang sehingga menjadi 1.253 orang yang dirawat per Kamis (21/5/2020).

Adapun secara akumulatif di Kota Pahlawan ada 1.566 orang positif Covid-19, 1.481 orang dari Surabaya, 85 luar Surabaya. Pasien meninggal asal Surabaya 153 orang dan meninggal luar Kota Pahlawan 3 orang.

Terkonfirmasi positif dan sembuh yang berasal dari Surabaya 144 orang dan 13 orang sembuh dari luar Surabaya.

Pasien Dalam Pengawasan 1.255 orang, PDP sembuh 944 orang. Kumulatif PDP 2.202 orang dan PDP meninggal 3 orang. Orang Dalam Pengawasan 468 orang, 2.841 orang selesai dipantau, 3.309 orang kumulatif ODP.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr. Brahmana Askandar menjelaskan lonjakan terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar sejalan dengan gencarnya rapid test dan tes swab.

"Meningkatnya angka positif Covid-19 di sisi lain menunjukkan fungsi tracing berjalan dengan baik," jelasnya dalam video yang dirilis Pemkot Surabaya.

Brahmana menjelaskan Covid-19 seperti fenomena gunung es, kasus yang kelihatan lebih kecil dibanding yang di bawah permukaan. Yang terlihat kecil, namun faktanya bisa jadi banyak yang positif karena banyak yang belum terekspose.

Dalam kesempatan sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan dalam tracing Covid-19 di wilayahnya ditemukan 14 klaster. Sampai 20 April disebutkan tidak ada penambahan klaster baru.

"Penambahan tersebut terjadi dikarenakan adanya perubahan status terhadap pasien," jelasnya.

Namun demikian, bila merujuk pada data per Rabu (20/5/2020), terkonfirmasi positif dalam perawatan 955 orang, 141 pasien asal Surabaya sembuh, 13 pasien luar Surabaya sembuh.

Secara kumulatif ada 1.255 pasien positif, 1.170 kumulatif positif asal Surabaya, 85 positif luar Surabaya, 143 orang positif asal Surabaya meninggal dan 3 orang luar Surabaya meninggal.

Pasien Dalam Pengawasan 1.330 orang, PDP sembuh 893 orang. Kumulatif PDP 2.226 orang dan 3 PDP meninggal.

Orang Dalam Pemantauan 500 orang, 2.795 orang ODP selesai dipantau dan kumulatif ODP 3.295 orang.

Bisnis coba membandingkan data Kamis dengan Rabu, dengan asumsi ada perubahan status PDP. Alhasil, PDP pada Rabu 1.330 orang, sedangkan PDP pada Kamis 1.255 orang, ada selisih 75 orang. ODP pada Rabu 500 orang, pada Kamis 468 orang, atau selisih 32 orang.

Bila ada peralihan status pasien maka jumlahnya hanya 107 orang. Padahal, data per Kamis terdapat penambahan status positif terkonfirmasi Covid-19 di Surabaya mencapai 311 orang.

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur mencatat tambahan pasien positif di wilayah setempat hingga 21 Mei 2020, pukul 17.00 WIB, sebanyak 451 orang.

"Selama ini memang tambahan pasien positif Covid-19 yang diumumkan hari ini paling banyak," ujar Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis (21/5/2020) malam.

Berdasarkan data, paling banyak tambahannya adalah dari pasien dalam pengawasan (PDP), serta klaster-klaster yang sudah ada sebelumnya, seperti pabrik rokok, pasar dan lainnya.

Tak itu saja, beberapa faktor adanya kasus baru juga mempengaruhi, salah satunya mobilitas penumpang udara yang tinggi setiap harinya.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo tersebut mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

"Ini adalah warning bahwa kita harus disiplin. Penyakit ini sangat berbahaya dan serius. Masyarakat dan pemerintah memang harus semakin disiplin," ucapnya.

Dengan demikian, dari data data yang masuk ke Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, total tambahannya mencapai 2.942 orang.

Sedangkan, berdasarkan data dari gugus tugas nasional, hari ini tambahan kasus positif corona di Jatim mencapai 502 orang.

Menurut dr Joni, data yang dicatatnya masih 451 orang, sedangkan 51 orang lainnya belum termasuk karena tim masih mencari domisili sang pasien.

"Yang harus diketahui juga, jumlah kasus baru itu bukan tambahan pasien hari ini, tapi diumumkan hari ini," katanya.

Sementara itu, rincian tambahan 451 orang di Jatim yakni 311 orang dari Surabaya, 57 orang dari Sidoarjo, 31 orang dari Kabupaten Probolinggo, 27 orang dari Gresik, empat orang asal Nganjuk dan tiga orang asal Kota Malang.

Kemudian, masing-masing dua orang dari Kota Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Bangkalan dan Bojonegoro, serta masing-masing satu orang asal Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Probolinggo, Magetan, Kabupaten Malang dan Tuban.

Terkait dengan pasien sembuh dari infeksi virus corona di Jatim saat ini mencapai 413 orang atau bertambah 10 orang, yakni tiga orang asal Surabaya, masing-masing dua orang asal Kota Probolinggo dan Magetan, serta masing-masing satu orang asal Sidoarjo, Nganjuk dan Bangkalan.

Untuk kasus meninggal dunia karena Covid-19 di Jatim hingga saat ini tercatat 258 orang atau bertambah 15 orang, yakni 10 orang asal Surabaya, masing-masing dua orang asal Sidoarjo dan Gresik serta satu orang asal Kabupaten Pasuruan.

Warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim 5.267 orang atau menurun dari data sehari sebelumnya 5.274 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 23.271 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya 22.985 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya jawa timur Virus Corona

Sumber : Pemkot Surabaya dan Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top