Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Garmen Jatim Produksi Alat Pelindung Diri

Sebanyak 10.000 ribu piece per hari diproduksi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 April 2020  |  09:27 WIB
Seorang peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) mengenakan alat pelindung diri (APD) yang diproduksi sesuai dengan standar keamanan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di BLK Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020). Pemkot Semarang menargetkan dapat memproduksi 100 unit baju pelindung tenaga medis per hari dengan total target 5.000 unit untuk didistribusikan secara gratis ke sejumlah rumah sakit yang menangani kasus virus Corona (COVID-19) di Kota Semarang. - Antara/Aji Styawan
Seorang peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) mengenakan alat pelindung diri (APD) yang diproduksi sesuai dengan standar keamanan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di BLK Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020). Pemkot Semarang menargetkan dapat memproduksi 100 unit baju pelindung tenaga medis per hari dengan total target 5.000 unit untuk didistribusikan secara gratis ke sejumlah rumah sakit yang menangani kasus virus Corona (COVID-19) di Kota Semarang. - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, PROBOLINGGO - Sebuah pabrik garmen Putrateja Sempurna di Kota Probolinggo, Jawa Timur memproduksi alat pelindung diri (APD) pesanan dari pemerintah pusat yang berstandar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bersama Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo dan Camat Kademangan Pujo Agung Satrio meninjau pabrik garmen tersebut di Jalan Brantas Kota Probolinggo, Selasa (31/3/2020).

"Sejak merebaknya COVID 19, kami menerima pesanan pembuatan APD berstandar WHO yang bahan bakunya dari pemerintah pusat, sehingga di pabrik tinggal memproduksi saja," kata Pemilik Putrateja Sempurna, Supriyono di Kota Probolinggo.

Dalam waktu satu hari, lanjut dia, pihaknya bisa memproduksi sebanyak 4.000 APD berbahan Dupont Tyvek dengan ukuran L dan XL, sehingga dengan dua pabrik yang ada dapat memproduksi sebanyak 10 ribu piece per hari.

"Kami secara spontanitas berpartisipasi dan mendapat jatah membuat 2 juta APD dan kami tidak dikenai batas waktu kapan APD harus terselesaikan, namun prinsipnya lebih cepat lebih baik," tuturnya.

Sementara Juru bicara Tim Satgas Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo dr Abraar HS Kuddah mengatakan ada tiga kelas APD yang digunakan dalam penanganan virus corona yakni Dupont Tyvek, sponge dengan ketebalan 75 gram dan polyester, namun yang direkomendasikan oleh WHO adalah Dupont Tyvek.

"Dupont Tyvek tidak terlalu tebal, sehingga partikel sangat kecil ukuran 0,3 ml tidak masuk dan tidak menyerap air," tuturnya.

Bikin Sendiri

Pemenuhan alat perlindungan diri selain mengandalkan industri juga bisa dibuat indusri rumahan, UMKM, bahkan skala rumah tangga.

Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Rabu (1/4/2020), mengatakan masker kain itu juga bisa menangkal droplet atau percikan dahak supaya tidak menularkan kepada orang lain.

"Sebenarnya warga bisa membuat sendiri atau sekarang banyak UMKM yang sudah membuat masker kain ini," kata Febria.

Bahkan, lanjut dia, beberapa hari lalu Dinas Perdagangan Surabaya memberikan sebanyak 9.000 masker kain kepada Dinkes Surabaya.

Selanjutnya, lanjut dia, ribuan masker itu didistribusikan ke seluruh puskesmas se-Kota Surabaya untuk diberikan kepada pasien yang datang ke puskesmas supaya mengurangi penyebaran virus Covid-19 ini.

"Masker kain yang bisa dibuat sendiri itu minimal dua lapis kain yang bisa dilipat. Itu sudah cukup untuk mencegah penularannya," ujarnya.

Febria juga mengingatkan bahwa COVID-19 ini bisa ada dimana-mana. Untuk itu, ia meminta kepada warga Kota Surabaya untuk selalu menggunakan masker ketika hendak keluar rumah dan dimana pun berada.

"Selain itu, jangan lupa rutin cuci tangan dan cuci muka pakai sabun," katanya.

Ia juga mengingatkan pada saat akan masuk ke rumah masing-masing, tetap harus menjaga kebersihan dan tidak memegang apapun sebelum mandi dan keramas.

"Setelah itu baru kita bisa memegang anak dan istri serta perabotan rumah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top