Tirta Kanjuruhan Perlu Rp75 Miliar Sokong Kawasan Ekonomi Khusus

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Kab. Malang membutuhkan investasi Rp75 miliar untuk memasok air bersih ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 01 November 2019  |  16:37 WIB
Tirta Kanjuruhan Perlu Rp75 Miliar Sokong Kawasan Ekonomi Khusus
Ilustrasi instalasi pengolahan air bersih.

Bisnis.com, MALANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Kab. Malang membutuhkan investasi Rp75 miliar untuk memasok air bersih ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari.

Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Kab. Malang Syamsul Hadi mengatakan dana tersebut bisa dipenuhi dari perusahaan maupun sumber lain, namun secara prinsip perumda tersebut siap memasok air bersih ke KEK Singosari.

“Kami menunggu sinyal dari pengelola KEK Singosari terkait kapan instalasi pengolah air bersih dibangun,” ujarnya di Malang, Jumat (1/11/2019).

Dia memperkirakan, dengan luasan KEK yang mencapai sekitar 120 hektare, maka kebutuhan air bersih sekitar 50 liter/detik. Air bersih sebanyak itu, bisa dipenuhi dari dua sumber, yakni dari Ngenep, Karangploso, dan Wendit, Kec. Pakis, Kab. Pasuruan.

Debit air di sumber air Ngenep yang bisa dimanfaatkan, sekitar 25 liter/detik. Sedangkan sumber di Wendit yang bisa dimanfaatkan, mencapai 100 liter/detik. Air bersih dari Ngenep nanti dialirkan dengan metode gravitasi dengan panjang pipa mencapai 5 km, sedangkan mencapai 14 km.

Oleh karena itulah, kebutuhan investasi untuk mengolah sumber Werndit lebih tinggi, yakni Rp50 miliar, sedangkan kebutuhan investasi untuk sumber Ngenep mencapai Rp25 miliar.

Air bersih dari mengelola Sumber Wendit, kata dia, tidak semuanya dimanfaatkan untuk memasok KEK Singosari. Untuk KEK Singosari hanya dimanfaatkan 50%, sisanya untuk menambah pasokan bagi pelanggan di Kec. Singosari.

Dengan pasokan air bersih sebanyak 75 liter/detik untuk KEK Singosari, kata Syamsul, jelas melampui dari kebutuhan riil air bersih di sana yang hanya ditaksir mencapai 50 liter/detik.

Dia menjamin, pasokan air bersih ke KEK Singosari nantinya akan terjamin, baik kuantitas, kualitas, maupun kuntinyuitasnya. Tidak akan ada pasokan air yang terhenti dengan berbagai alasan.

Karena sistem layanan ke KEK betul-betul harus baik. Salah satu yang bisa dilakukan dengan membangun ground reservoir dengan kapasitas 1.000 m³. Dengan adanya air bersih sebanyak itu ditandon yang akan memasok ke KEK Singosari, maka dari sisi kuantitas, kualitas, dan kontinuitasnya bisa terjamin.

“Kapan fasilitas instalasi pengolah air di Ngenep dan Wendit dibangun serta pemasangan pipanya, kami meninggu sinyal dari pengelola KEK. Intinya, kami siap kapanpun membangun intalasi pengolah air termasuk pemasangan pipanya untuk memsok air bersih ke KEK Singosari, kapan saja,” ucapnya.(k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup