Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Agenda Wisata Malang, Tugu Gelar Pameran Batik Peranakan

Hotel Tugu Malang memperkenalkan batik peranakan kepada khalayak luas lewat pameran pameran batik dan perhiasan bertemakan The Beauty of Peranakan Style yang berlangsung 3-7 April 2019 mendatang.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 26 Maret 2019  |  14:19 WIB
Batik gaya peranakan yang dikenakan model. - Ist
Batik gaya peranakan yang dikenakan model. - Ist

Bisnis.com, MALANG — Hotel Tugu Malang memperkenalkan batik peranakan kepada khalayak luas lewat pameran pameran batik dan perhiasan bertemakan The Beauty of Peranakan Style yang berlangsung 3-7 April 2019 mendatang.

Public Relation Manager Hotel Tugu Malang Richard Wardana mengatakan kegiatan yang digelar untuk memperingati HUT ke-105 Kota Malang ingin menunjukkan keharmonisan akulturasi budaya lokal dengan peranakan Tionghoa.

“Sejak 1800-an, Peranakan telah memperkaya teknik dan motif batik Indonesia,” katanya di Malang, Selasa (26/3/2019).

Batik Peranakan Tionghoa dikenal melalui ciri khas warna cerah dan motif feminin yang elegan dengan sentuhan oriental. Pada masa itu Pekalongan, Lasem dan Solo merupakan pusat batik terkenal, daerah tersebut telah melahirkan banyak seniman batik tulis dengan ragam bentuk corak dan warna.

Beberapa karya dari Liem Ping Wie, Phoa Tjong Nio, dan Tjoa Siang Swie akan mengisi acara pameran di Tirta Gangga Hotel Tugu Malang dari jam 10.00 pagi sampai jam 22.00 malam.

Pameran tersebut juga menghadirkan koleksi selop dari Baba Handmade yang desainnya terinspirasi dari budaya peranakan. Yang membuat koleksi ini unik adalah waktu yang cukup lama dalam pembuatannya.

“Demi menciptakan sebuah masterpiece untuk sebuah sepatu berbahan manik - manik. Baba Handmade membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga sebulan. Dikerjakan oleh tangan-tangan mahir para perajin dan bahan bordir yang digunakan sangat berkualitas tinggi,” katanya.

Koleksi Baba Handmade akan semakin cantik bila dipadukan dengan kebaya encim warna warni koleksi dari Rumah Kebaya. Tentunya akan serasi dengan koleksi perhisan milik Shanghai Noon butik dengan tema senada. Perpaduan tersebut sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai suasana.

Karya - karya indah di atas akan menjadi sangat elegant dipadukan dengan batik Tionghoa peranakan – Pekalongan, dengan beraneka motif; bunga Seruni yang memiliki keanggunan dan kesejahteraan, burung Hong yang berarti Ratu yang menampilkan keanggunan, kelembutan dan sifat Yin.

Sedangkan batik peranakan Tionghoa Lasem terkenal dengan warna merah darah ayamnya yang hanya terdapat di kota Lasem. Selain warna, motif Lokcan, burung Hong, Kilin, Liong dan tulisan keberuntungan dapat dijumpai pada batik Lasem.

Di Solo, batik 3 Negeri karya Tjoa Siang Swie terkenal akan proses pembuatanya yang istimewa. Proses pewarnaan yang diproses di kota yang berbeda.

Terdapat empat perajin batik dari 3 kota, yakni Pekalongan, Lasem, dan Solo akan berpartisipasi dalam pameran ini. Juga beberapa designer perhiasan dan merchandise akan melengkapi Pameran yang akan berlangsung di Hotel Tugu Malang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota malang Hotel Tugu
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top