Proses Pemotongan Babi RPH Surabaya Dipastikan Steril

Pemerintah Kota Surabaya memastikan proses pemotongan babi di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya saat momen perayaan Imlek lalu berlangsung aman dan steril.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 11 Februari 2019  |  21:02 WIB
Proses Pemotongan Babi RPH Surabaya Dipastikan Steril
Peternakan babi. - Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memastikan proses pemotongan babi di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya saat momen perayaan Imlek lalu berlangsung aman dan steril sehingga diyakini tidak berpotensi menimbulkan penyakit khususnya flu babi (H1N1).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RPH Surabaya, Bela Bima mengatakan proses pemotongan babi di RPH Surabaya telah melalui beberapa proses pemeriksaan panjang mulai dari pemeriksaan dokter di daerah asal, pemeriksaan dokter hewan di RPH dan pencocokan surat keterangan kesehatan.

“Proses pemotongan babi di RPH ini dilakukan filter pemeriksaan hingga dua kali agar terhindar dari virus-virus yang berbahaya,” katanya dalam rilis, Senin (2/11/2019).

Dia mengatakan tempat pemotongan babi di RPH Surabaya ini juga dibedakan dengan tempat pemotongan sapi dan kambing. Pemotongan tersebut pun dilakukan hanya 2 hari sekali di RPH. Sekali potong rata-rata sebanyak 200 ekor babi, dan khusus momen Imlek sebanyak 300 ekor babi.

“Babi-babi yang dipotong kemarin ini didatangkan dari peternak asal Blitar, Tulungagung, Situbondo dan beberapa daerah lainnya,” jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Mira Novia memastikan hingga saat ini belum ada kasus penyakit flu babi di Kota Surabaya. Namun begitu, Pemkot Surabaya perlu melakukan sosialisasi sebagai antisipasi dan pencegahan penyakit flu babi.

“Kami berharap tidak ada kejadian ini di Surabaya karena penanggannya cukup rumit,” katanya.

Dia menjelaskan, gejala-gejala virus H1N1 awalnya seperti flu biasa, disertai dengan batuk, demam, sesak napas hingga komplikasi di paru-paru. Untuk itu, bila ada gejala serupa, diharap warga segera memeriksakan diri ke dokter.

“Selain itu, perlu diketahui sebelumnya pasien pergi kemana, apakah dari luar negeri yang pernah terserang H1N1. Jika mau keluar negeri tersebut sebaiknya melakukan imunisasi,” imbuhnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya, rph

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup