Capaian Inflasi Malang pada Januari 2019 Masih Terkendali

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang menilai inflasi Kota Malang yang mencapai 0,53% pada Januari 2019 masih terkendali dan masih mendukung pencapaian sasaran inflasi 2019 yang sebesar 3,5% plus minus 1%.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  09:20 WIB
Capaian Inflasi Malang pada Januari 2019 Masih Terkendali
Penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/12). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, MALANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang menilai inflasi Kota Malang yang mencapai 0,53% pada Januari 2019 masih terkendali dan masih mendukung pencapaian sasaran inflasi 2019 yang sebesar 3,5% plus minus 1%.

Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan A. mengatakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Januari 2019 tercatat sebesar 0,53% secara month-to-month (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,65% mtm.

”Secara umum, inflasi Januari 2019 masih lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi bulanan periode Januari selama lima tahun terakhir yang tercatat sebesar 0,71%,” paparnya di Malang, Minggu (3/2/2019).

Inflasi Kota Malang mencapai 2,81% secara year-on-year (yoy) atau menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,98% yoy. Pencapaian tersebut dinilai terkendali.

Pada Januari 2019, komoditas utama yang menjadi penyumbang kenaikan harga di Kota Malang antara lain angkutan udara, daging ayam ras, beras, serta cabai rawit. Kenaikan tarif angkutan udara sejalan dengan periode arus balik liburan Tahun Baru 2019 dan faktor kenaikan pada komponen biaya pokok avtur sehingga menggeret harga tiket angkutan udara lebih tinggi.

Penyebab lainnya adalah adanya kebijakan pembatasan jumlah bagasi oleh maskapai Low Cost Carrier (LCC) sehingga turut mendorong kenaikan harga angkutan udara.  

Sementara itu, kenaikan harga daging ayam ras ditengarai disebabkan meningkatnya harga pakan, Day Old Chicken (DOC), serta faktor cuaca. Adapun kenaikan harga beras dan cabai rawit lebih disebabkan oleh faktor musiman mengingat sekarang sedang berlangsung musim tanam sehingga persediaan terbatas.

“Dengan tetap mempertimbangkan potensi risiko ke depan serta kontribusi positif kebijakan pemerintah pusat dan daerah, BI akan terus memperkuat koordinasi kebijakan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) maupun dengan para pemangku kepentingan lainnya, seperti koordinasi dengan maskapai penerbangan, menjaga ketersediaan komoditas pangan, serta berbagai upaya lainnya guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran sasaran inflasi,” terang Azka.

Dengan berbagai usaha tersebut, Kanwil BI Malang tetap optimistis realisasi inflasi di Kota Malang akan berada pada rentang 3,5% plus minus 1% sesuai target inflasi 2019.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, malang

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup