Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi di Jatim pada April Diproyeksikan Menurun

Inflasi di Jatim pada April diproyeksikan lebih rendah daripada Maret 2024 karena meredanya tekanan volatile food.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, M. Noor Nugroho, bersama Kepala Perwakilan BI Malang, Febrina, pada pada kegiatan SEKARTAJI (Sinergi Menuju Ekonomi yang Kreatif, Tangguh, Teruji dan Terdigitalisasi) 2024 Bank Indonesia Malang, Selasa (30/4/2024)./Bisnis-Choirul Anam
Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, M. Noor Nugroho, bersama Kepala Perwakilan BI Malang, Febrina, pada pada kegiatan SEKARTAJI (Sinergi Menuju Ekonomi yang Kreatif, Tangguh, Teruji dan Terdigitalisasi) 2024 Bank Indonesia Malang, Selasa (30/4/2024)./Bisnis-Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — Inflasi di Jatim pada April diproyeksikan lebih rendah daripada Maret 2024 karena meredanya tekanan volatile food dengan menurunnya beberapa komunitas yang biasanya menjadi pemicu inflasi.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Noor Nugroho, mengatakan komoditas yang harganya turun, yakni beras, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit pada April 2024.

"Yang harganya naik, bawang merah, bawang putih, tomat, dan daging sapi," katanya kegiatan SEKARTAJI (Sinergi Menuju Ekonomi yang Kreatif, Tangguh, Teruji dan Terdigitalisasi) 2024 Bank Indonesia Malang, Selasa (30/4/2024).

Kepala Perwakilan BI Malang, Febrina, mengatakan meski pada April 2024 memasuki Lebaran, namun tekanan harga-harga komoditas pangan utama mulai meredah sehingga inflasi pada April di Kota Malang diperkirakan lebih rendah daripada Maret 2024.

Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, juga optimistis angka inflasi di kota tersebut pada April 2024 lebih rendah daripada Maret 2024. 

"Mei inflasi akan lebih rendah karena kami akan intervensi pasar pada harga-harga komoditas yang naik seperti daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan tomat, sesuai dengan hasil rapat di Kemendagri," ucapnya.

Sedangkan sepanjang 2024, kata Noor Nugroho, optimistis inflasi terjaga lebih rendah di kisaran target 2,5±1%. Faktor dasar yang mendorong terkendalinya inflasi 2024, yakni cuaca yang lebih mendukung pada semester II/2024, penyakit mulut kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD) pada ternak yang 

lebih terkendali, dampak lanjutan kenaikan harga BBM telah selesai, dan harga beras yang cenderung stabil dengan ekuilibrium baru, serta tren penurunan harga komoditas global, khususnya energi.

Dia meyakinkan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dibutuhkan stabilitas stabilitas rupiah (harga/inflasi dan nilai tukar), stabilitas system keuangan, stabilitas sistem pembayaran, dan terjaganya capital flows management dan kecukupan cadangan devisa.

Inflasi yang rendah dan stabil, kata dia, diperlukan untuk memberi insentif bagi pelaku usaha untuk berproduksi sehingga roda ekonomi tetap berjalan. Dengan inflasi yang rendah, daya beli masyarakat juga masih dapat terjaga.

Namun, kata dia, inflasi yang tinggi dan tidak terkendali berdampak disinsentif bagi pelaku usaha dan tergerusnya daya beli konsumen sehingga berisiko menyebabkan perlambatan ekonomi/resesi.

Pengendalian inflasi Jawa Timur Terus didorong mengacu pada kerangka Key Strategy 3P, yakni P1: peningkatan produksi melalui perbaikan baik dari sisi on farm maupun off farm (K2), pemberian bantuan bibit untuk beras dan cabai di sejumlah klaster binaan, intensifikasi dengan distribusi alsintan traktor, greenhouse, dan set digital farming di klaster binaan

P2: Inovasi penguatan peran BUMD se Jawa/Kerja sama Antar Daerah (KAD) dan off taker (K2, K3).  Capaian pelaksanaan KAD beras, bawang merah, telur, daging ayam, jagung periode Januari – April 2024 sebanyak 2 KAD di wilayah Jawa Timur, baik intra maupun antar-provinsi (Kalimantan Tengah). Mengoptimalkan peran BUMD di daerah sebagai off taker.

P3: Perluasan champion program Toko TPID / Etalase Pengendalian Inflasi (K1). Capaian pelaksanaan OP beras, migor, telur, gula, cabai, bawang merah periode Januari – 22 April 2024 sebanyak 456 titik di Jawa Timur.  Telah dibentuknya sarana Toko TPID se-Jawa Timur sd Maret 2024 sebanyak 15 kabupaten/kota.

Strategi pengendalian inflasi provinsi Jawa Timur, yakni stabilisasi harga, ketersediaan pasokan, penguatan kelembagaan, penguatan mekanisme ekspor-impor.

K3: Kelancaran distribusi. Implementasinya, penguatan kerja sama, fasilitas distribusi komoditas.  K4: Komunikasi efektif, yakni koordinasi pusat-daerah, peningkatan kualitas digitalisasi data, dan pengendalian ekspektasi inflasi.(K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper