Jelang Nataru, Lalu-lintas Kota Malang Direkayasa

Lalu-lintas Kota Malang direkayasa ulang untuk mengurai kemacetan terutama menjelang libur panjang, Natal dan Tahun Baru 2024.
Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (dua dari kiri), saat meninjau Jl Basuki Rahmat, Kamis (7/12/2023). Istimewa
Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (dua dari kiri), saat meninjau Jl Basuki Rahmat, Kamis (7/12/2023). Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Lalu-lintas Kota Malang direkayasa ulang untuk mengurai kemacetan terutama menjelang libur panjang, Natal dan Tahun Baru 2024.

Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan peninjauan lapangan terkait rekayasa lalu lintas, titik parkir, pembangunan taman dan median jalan di kawasan Kayutangan dan Jalan Semeru. 

“Peninjauan ini dilakukan untuk mencari solusi mengurai kemacetan sekaligus dalam rangka menjelang Nataru yang diprediksi akan mengalami peningkatan arus lalu lintas.” ucap Wahyu pada Kamis (7/12/2023)..

Dia meminta adanya pembongkaran median jalan di persimpangan PLN dan Rajabali. Pembongkaran yang dimaksud hanya median pemisah jalan dan tetap menyisakan bundaran taman. 

"Jadi kita akan mengurangi median yang ada di depan PLN agar bisa ada ruang pergerakan kendaraan, terutama pergerakan kendaraan yang memang tidak boleh terhambat seperti ambulance dan damkar. Untuk jam dengan pagar aman tidak kita utak-atik sama sekali. Kita hanya mengurangi dari taman yang ada, agar ada ruang pergerakan. Di Kayutangan juga kami kurangi, mediannya ada di tengah. Nanti antara Utara dan Selatan tidak terputus. Nanti akan ditutup dengan median sementara," ujarnya.

Di taman di perempatan Rajabali, Wahyu meminta median jalan untuk dibongkar. "Nanti kita bongkar yang di Kayutangan, jadi tidak terpisah hanya bunderan saja di tengah," ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta meminta untuk mengurangi ketinggian median jalan di area Tugu PKK di Jalan Semeru guna mempermudah manuver kendaraan di sana. 

Menindaklanjuti tingginya arus lalu lintas dari Jalan Basuki Rahmat yang masuk ke Jalan Semeru, Wahyu turut meminta adanya pengaturan sejumlah titik parkir di area Jalan Semeru. 

"Untuk mengurangi kemacetan yang ada di Jalan Semeru, karena volume lalu lintas tadi kita lihat sangat tinggi sekali. Kita akan melarang parkir atau berhenti di sebelah kanan jalan yang berada di sebelah utara. Semua untuk memperlancar arah menuju ke Jalan Bromo maupun menuju ke Jalan Semeru dan Ijen. Sebelah kiri atau selatan boleh tapi nanti tempatnya terbatas," ucapnya.

Terkait Kemacetan di Jalan Semeru, persimpangan Jalan Tenes hingga perempatan Jalan Bromo, dia menilai, disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang parkir di badan jalan. Ia menginstruksikan agar ada penertiban parkir di sekitar area tersebut.

Dia juga meminta agar rekayasa lalu lintas ini bisa segera ditindak-lanjuti oleh perangkat daerah terkait. "Mudah-mudahan kemacetan imbas dari satu jalur Kayutangan bisa segera kita selesaikan langsung. Nanti kita lihat sejauh mana, test case apabila kita coba strategi ini. Sesegera mungkin, bisa minggu depan nanti. Akan dikoordinasikan karena kita sudah menjelang Nataru," ujarnya. (K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper