Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penduduk Surabaya Dapat Jalur Khusus Kerja di Mal Kota Pahlawan

Pemkot Surabaya mengumpulkan sebanyak 33 pengelola mal di Surabaya untuk membahas percepatan penanganan pengangguran dan penyerapan tenaga kerja.
Pertemuan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dengan Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi untuk membahas percepatan penurunan angka pengangguran di Surabaya, Senin (27/3/2023)./Dok. Pemkot Surabaya
Pertemuan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dengan Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi untuk membahas percepatan penurunan angka pengangguran di Surabaya, Senin (27/3/2023)./Dok. Pemkot Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA - Pengusaha mal dan pusat perbelanjaan di Jawa Timur memastikan akan menyerap tenaga kerja warga ber-KTP Surabaya minimal 40 persen sejalan dengan komitmennya bersama Pemkot Surabaya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim, Sutandi Purnomosidi hingga saat ini rata-rata mal di Surabaya sudah melakukan penyerapan tenaga kerja ber-KTP Surabaya sekitar 50 - 95 persen.

“APPBI Jatim bersama Disperinaker Surabaya akan berkoordinasi dengan tenant-tenant di mal yang membutuhkan tenaga kerja. Kami optimistis warga Surabaya bisa bekerja di mal langsung,” katanya, Senin (27/3/2023).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 33 pengelola mal di Surabaya untuk membahas percepatan penanganan pengangguran dan penyerapan tenaga kerja.

“Pengangguran di Surabaya bukan hanya tugas pemerintah, akan tetapi juga ada kontribusi dari para investor. Saya ingin membuka peluang investasi di Surabaya, akan tetapi saya juga ingin investasi itu tadi berdampak pada warga," katanya.

Menurutnya, peluang investasi di Surabaya harus bisa berdampak pada warga, baik itu dari sektor lapangan pekerjaan, maupun bentuk CSR untuk pembangunan kota.

“Jadi bagaimana pemerintah itu bisa merangkul semua pihak, memberikan kepastian dan jaminan, sehingga para investor ini juga menggerakkan perekonomian, mengurangi kemiskinan, dan pengangguran di kota ini," imbuhnya.

Dia menambahkan, saat ini ada 80-95 persen mal di Kota Pahlawan yang menyerap tenaga kerja asal Surabaya. Namun begitu, Eri meminta kepada warga Surabaya untuk tidak berharap mendapatkan gaji di atas upah minimum kota (UMK), karena tidak semua rekrutmen ada di bawah naungan pihak mal.  

“Tidak semua gaji di mal itu UMK, karena tidak semua tenant adalah pengusaha besar, karena ada juga UMKM, dan ada juga yang baru merintis,” imbuhnya.

Eri menyebutkan, saat ini angka pengangguran di Surabaya sebesar 7 persenan, turun dari sebelumnya sebesar 9,7 persen. Ia menargetkan angka pengangguran bisa terus turun menjadi 4 persen tahun ini, dan angka kemiskinan diharapkan menjadi 2 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper