Wisata Kampung Kerapu Situbondo Ramai Wisatawan

Sepanjang tahun 2022 jumlah pengunjung wisata mencapai 37.612 orang, baik lokal maupun luar daerah.
Pengunjung wisata Kampung Kerapu Situbondo bermain kano./Antara-Novi Husdinariyanto.
Pengunjung wisata Kampung Kerapu Situbondo bermain kano./Antara-Novi Husdinariyanto.

Bisnis.com, SITUBONDO - Pengelola Wisata Kampung Kerapu Kabupaten Situbondo, pada 2023 optimistis capai target 50.000 wisatawan berkunjung ke objek wisata yang dibangun dermaga kayu dengan bentuk memutar sepanjang sekitar 500 meter menjorok ke tengah laut itu.

Wisata Kampung Kerapu yang berada di jalur pantura Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, merupakan objek wisata yang baru diluncurkan pada tahun 2019, dan dibangun di kawasan budi daya ikan kerapu menggunakan keramba jaring apung.

"Sepanjang tahun 2022 jumlah pengunjung wisata mencapai 37.612 orang, baik lokal maupun luar daerah. Tahun ini kami optimis target 50.000 wisatawan berkunjung ke sini, karena kami terus berbenah menambah sarana prasarana wisata," ujar Direktur BUMDesa Klatakan, Adi Mukhtar di Situbondo, Selasa (28/2/2023).

Di wisata Kampung Kerapu ini, lanjut dia, tidak hanya menawarkan spot-spot foto bagi wisatawan dengan latar dermaga kayu yang menjorok ke tengah laut, dan juga latar pemandangan alam pegunungan di seberang jalur pantura.

Yang terbaru, kata Adi, di kawasan wisata Kampung Kerapu bisa mandi di laut, bermain kano serta disediakan pula rumah apung untuk santai bagi pengunjung serta perpustakaan apung menjadi tambahan sarana wisata edukasi.

"Di perpustakaan apung ini pengunjung bisa melihat foto-foto masyarakat membudidayakan ikan kerapu menggunakan keramba jaring apung, dan bahkan wisatawan bisa menyewa perahu wisata melihat langsung tempat budi daya ikan kerapu," ujarnya.

Menurut Adi, tiket masuk wisata Kampung Kerapu pada tahun ini naik Rp6.000 per orang dari tahun sebelumnya Rp5.000 per orang, dan wisatawan sudah bisa menikmati fasilitas wisata.

"Tahun ini kami dari desa melalui BUMDesa sebagai pengelola mencicil memperbaiki beberapa pagar yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper