Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Normalisasi Permintaan Bisa Menahan Peningkatan Inflasi

Inflasi bulanan Kota Malang, tercatat lebih rendah dari Jawa Timur dan nasional yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,36 persen (mtm) dan 0,34 persen.
Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Senen./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Senen./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, MALANG — Normalisasi permintaan dapat menahan peningkatan inflasi di Kota Malang pada Januari 2023 yang angkanya mencapai 0,15 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi, mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Januari 2023 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen (mtm), secara tahun kalender dan tahunan tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,15 persen (ytd) dan 6,06 persen (yoy).

“Secara bulanan, realisasi inflasi Kota Malang lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,58 persen (mtm),” katanya, Kamis (2/2/2023).

Inflasi bulanan Kota Malang, tercatat lebih rendah dari Jawa Timur dan nasional yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,36 persen (mtm) dan 0,34 persen (mtm). Secara spasial, inflasi bulanan Kota Malang tercatat terendah se-Jawa Timur.

Inflasi periode Januari 2023, didorong oleh kenaikan harga yang terjadi di beberapa kelompok pengeluaran dengan andil terbesar berasal dari makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,30 persen (mtm), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,17 persen (mtm), dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,02 persen (mtm).

Berdasarkan komoditasnya, inflasi didorong oleh kenaikan harga kontrak rumah dengan andil 0,18 persen (mtm), beras 0,09 persen (mtm), cabai rawit 0,08 persen (mtm), rokok kretek 0,07 persen (mtm) dan minyak goreng 0,03 persen (mtm).

“Peningkatan harga kontrak rumah didorong oleh penyesuaian tarif pada awal tahun dan transmisi dampak tidak langsung kenaikan BBM,” ucapnya.

Tren kenaikan harga beras masih berlanjut, seiring stok Bulog yang masih berada di bawah target cadangan beras pemerintah (CBP) di tengah proses impor beras dan masa tanam beras. Kenaikan harga cabai rawit seiring menipisnya stok di tengah masa tanam.

Terkait kenaikan harga rokok, ujar Samsun, terjadi seiring kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 10 persen pada 2023.

Sedangkan harga minyak goreng, mengalami peningkatan akibat mulai menipisnya jumlah stok Minyakita dan minyak curah di tengah tren kenaikan harga CPO dunia.

Menurut dia, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas, seperti angkutan udara dengan andil -0,20 persen (mtm), bensin -0,11 persen (mtm), telur ayam ras -0,05 persen (mtm), tomat -0,03 persen (mtm), dan daging ayam ras -0,02 persen (mtm).

Penurunan tarif angkutan udara seiring normalisasi harga tiket angkutan udara pasca Nataru. Hal yang sama terjadi pada komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras yang mengalami penurunan harga seiring melandainya permintaan pasca-Nataru.

Penurunan harga bensin karena didorong penyesuaian harga BBM per-3 Januari 2023, sedangkan penurunan harga tomat disebabkan oleh melimpahnya stok di tengah panen raya.

Perkembangan inflasi 2023, dia menegaskan, masih perlu dicermati seiring masih adanya risiko seperti tingginya harga pangan dan energi dunia akibat cuaca ekstrem maupun berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina,yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi nasional maupun Kota Malang.

Bank Indonesia memperkirakan, kata dia, inflasi 2023 akan melandai dan lebih rendah dibanding 2022. Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan penguatan koordinasi TPIP-TPID untuk menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 3,0 persen + 1 persen.(K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper