Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kota Malang Inflasi 0,58 Persen pada Desember, Dipicu Kenaikan Beras

Komoditas yang meredam inflasi, yakni pisang (-09,016 pesen), buah naga (-0,007 persen), cabai merah (0,0907 persen), batu bata (-0,006 persen).
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 02 Januari 2023  |  19:14 WIB
Kota Malang Inflasi 0,58 Persen pada Desember, Dipicu Kenaikan Beras
Calon pembeli mengecek kualitas beras. - Antara/M Risyal Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Kota Malang mengalami inflasi 0,58 persen pada Desember 2022 yang dipicu a.l kenaikan harga beras, sedangkan inflasi selama 2022 mencapai 6,45 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan sumbangan kenaikan beras pada inflasi pada Desember 2022 mencapai 0,63 persen, disusul telur ayam ras 0,060 persen, tomat 0,045 persen, cabai rawit 0,044 persen, emas perhiasan 0,041 persen, rokok kretek filter 0,0389 persen, angkutan udara 0,033 persen, tempe 0,031 persen, bawang merah 0,020 poersen, dan minyak goreng 0,018 persen.

“Sedangkan komoditas yang meredam inflasi, yakni pisang (-09,016 pesen), buah naga (-0,007 persen), cabai merah (0,0907 persen), batu bata (-0,006 persen), sabun cair (-0,006 persen), dan papaya (-0,005 persen),” katanya di Malang, Senin (2/1/2023).

Komoditas yang bergejolak pada Desember, yakni cabai rawit naik 29,46 persen, telur ayam ras (10,96 persen), bawang merah (8,06 persen), bawang putih (6,69 persen), tempe (5,7 persen), dan tahu mentah (2,15 persen).

Secara ringkas, kata dia, penyebab inflasi pada Desember, yakni inflasi kelompok makanan, minuman, tembakau serta emas perhiasan serta angkutan udara.

Kelompok energi pada Desember, mengalami inflasi 0,18 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

“Inflasi komponen bahan makanan pada Desember sebesar 2,47 persen (y-o-y), mulai melambat bila dibandingkan bulan sebelumnya yang nilainya mencapai 5,44 persen,” ucapnya.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Wildan Syafitri, menilai inflasi Desember 2022 masih lebih baik dari pada tahun sebelumnya, namun untuk keseluruhan sepanjang 2022 terjadi peningkatan, meskipun dibanding Jatim masih lebih rendah namun dibanding nasional masih tinggi.

Sebagai daerah tujuan wisata dan pendidikan, kata dia, inflasi Kota malang yang mestinya tinggi. Oleh karena itulah, pengelolaan inflasi di Kota Malang cukup baik, kecuali sektor transportasi /penerbangan udara yang masih mendorong inflasi.

“Sektor konsumsi makanan dan minuman masih memiliki andil tinggi karena sifat dari komoditas yang volatile,” ucapnya.

Menurutnya, secara umum pola inflasi 2022 paling tinggi terjadi pada pertengahan tahun sehingga koordinasi dengan bidang pangan perlu diperkuat. Selain itu, meskipun pada awal tahun meskipun inflasi rendah namun pada Lebaran yang akan terjadi pada awal tahun perlu diantisipasi terkait ketersediaan pangan dan transportasi. (K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang Inflasi
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top