Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jago Gelar Edukasi Keuangan Digital Syariah di Pasuruan

Bank Jago meluncurkan Aplikasi Jago Syariah yang memiliki kemampuan dan kecanggihan yang sama persis dengan aplikasi Jago konvensional. 
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 23 September 2022  |  18:42 WIB
Bank Jago Gelar Edukasi Keuangan Digital Syariah di Pasuruan
Karyawati melayani nasabah di kantor cabang Bank Jago. - Bisnis/Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA — Unit Usaha Syariah PT Bank Jago Tbk (Jago Syariah) bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Rabithah Ma’had Islamiyah (RMI) Kabupaten Pasuruan telah memberikan edukasi tentang keuangan digital Syariah untuk kalangan Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren di Kabupaten Pasuruan pada 21 September 2022.

Head of Jago Syariah Roy Iskandar, mengatakan bahwa pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia saat ini masih sangat kecil dibandingkan dengan perbankan konvensional. Secara aset perbankan syariah hanya memiliki pangsa pasar di bawah 7 persen.

“Hal ini sangat ironis karena Indonesia adalah penduduk muslim terbesar, namun kontribusi perbankan syariah ternyata masih sangat kecil,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Jumat (23/9/2022).

Berdasarkan data OJK, indeks literasi keuangan syariah di Indonesia hanya 8,93 persen dibandingkan indeks literasi keuangan nasional 38,03 persen. Hal ini mencerminkan masih banyak orang Indonesia yang belum memahami sepenuhnya keuangan syariah. Menurut Roy, hal ini disebabkan karena masih ada sebagian masyarakat yang menilai perbankan syariah selalu ketinggalan dari perbankan konvensional.

Roy mengatakan, segmen syariah merupakan potensi besar bagi Bank Jago.  Untuk itu Bank Jago terus memberikan edukasi kepada masyarakat keuangan digital. Bank Jago meluncurkan Aplikasi Jago Syariah pada Februari lalu yang memiliki kemampuan dan kecanggihan yang sama persis dengan aplikasi Jago konvensional. 

“Aplikasi Jago Syariah bisa membantu masyarakat untuk mengatur keuangan  secara mudah dan cepat dengan didukung fitur kantong yang fungsinya untuk membuat alokasi belanja maupun menabung. Semua layanan dan produknya juga sudah memenuhi prinsip syariah dan melalui persetujuan dari Dewan Pengawas Syariah,” jelasnya.

Ketua RMI PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Badrus Salam Amiri mengatakan kalangan pondok pesantren sangat membutuhkan layanan keuangan digital, karena santri masih belum bisa mengelola keuangan dengan baik.

"Harapan kami nanti di pondok pesantren tidak lagi menggunakan uang fisik, sehingga transaksi diharapkan bisa menggunakan digital,” ujarnya.

Dia mengatakan, beberapa pesantren besar di Pasuruan sudah menerapkan sistem digital di dalam pondok. Sistem tersebut bukan hanya menerapkan layanan tanpa uang (cashless), tetapi juga data aktivitas pendidikan para santri.

Dekan FEB Universitas Indonesia, Teguh Dartanto menambahkan, kehidupan saat ini sudah memasuki era digital yang didorong oleh tiga faktor, yakni munculnya teknologi baru, perubahan demografis dan kebangkitan generasi digital native, serta pengembangan ekosistem digital.

“Saat ini sebagian kehidupan sudah ada di dalam ponsel. Perbankan juga ikut bertransformasi digital sehingga layanan-layanan bank sudah bisa dilakukan hanya melalui ponsel,” ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa keamanan bank digital seperti Jago Syariah sangat tinggi karena diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Oleh karena itu, nasabah tidak perlu khawatir terhadap keamanan dana di dalam bank digital.

“Insya Allah keamanan dana nasabah seperti di Jago Syariah itu benar-benar terjaga,” ujar Teguh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Pengurus Besar NU dan Komisaris Bank Jago.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jago jatim pasuruan perbankan syariah
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top