Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PJB & Laos Jalin Kerja Sama Pengelolaan Pembangkit

Sebelumnya PJB bekerja sama dengan Bangladesh Power Development Board (BPDP) untuk melakukan pekerjaan Major Inspection PLTG 150 MW di Chandpur Bangladesh.
Dirut PJB Gong Matua Hasibuan (kiri) dan Managing Director EDL Chanthaboun Soukaloun (kanan) saat melakukan penandatanganan MoU kerja sama pengelolaan pembangkit./Dok. PJB
Dirut PJB Gong Matua Hasibuan (kiri) dan Managing Director EDL Chanthaboun Soukaloun (kanan) saat melakukan penandatanganan MoU kerja sama pengelolaan pembangkit./Dok. PJB

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) terus memperluas potensi kerja sama internasional dengan sejumlah negara salah satunya dengan dengan perusahaan BUMN asal Laos.

Direktur Utama PJB, Gong Matua Hasibuan mengatakan pada 22 Juli 2022, PJB telah menandatangani MoU dengan Electricite Du Laos (EDL), perusahaan energi asal Laos terkait kerja sama pengelolaan pembangkit.

“Kami melihat ada potensi yang cukup besar untuk melakukan kerja sama yang saling menguntungkan pada bidang perbaikan tata kelola pembangkit tenaga listrik, termasuk pada jasa Operation & Maintenance (O&M) dan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) mesin-mesin pembangkit tenaga listrik,” jelasnya, Senin (25/7/2022).

Dia mengatakan dalam MoU tersebut terdapat sejumlah kesepakatan antara PJB dan EDL di antaranya untuk kerja sama feasibility study (FS) jasa O&M dan MRO, pembentukan joint venture company atau konsorsium untuk mengimplementasikan kolaborasi bisnis dan penyediaan teknologi pembangkitan untuk Laos dan negara sekitarnya.

“Selain itu, dalam kerja sama ini juga melingkupi berbagi pengetahuan dan pengalaman atau sharing knowledge terkait pengelolaan pembangkit tenaga listrik,” ujarnya.

Gong Matua menambahkan, kerja sama dengan Laos ini pun merupakan tindak lanjut dari pertemuan secara virtual kedua belah pihak yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar RI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos pada 19 Oktober 2021.

Managing Director EDL, Chanthaboun Soukaloun mengatakan melalui MoU tersebut diharapkan dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan dari kedua belah pihak.

Dia berharap ada sinergi kerja sama, sumber daya dan keahlian-keahlian yang diperlukan untuk mengembangkan dan melaksanakan proyek tata kelola pembangkit tenaga listrik baik di Laos, Indonesia ataupun negara lainnya. 

“Dengan sinergi ini kami berharap dapat mendorong kemandirian dalam membangun dan mengoperasikan unit pembangkit tenaga listrik,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya PJB telah bekerja sama dengan Bangladesh Power Development Board (BPDP) untuk melakukan pekerjaan Major Inspection PLTG 150 MW di Chandpur Bangladesh. Kerja sama dengan Laos tersebut pun menambah daftar panjang portofolio internasional yang dimiliki PJB.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper