Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTU Paiton 1-2 dan 9 Merger Operasional

PJB saat ini sedang dalam masa transformasi menuju strategic holding sehingga diperlukan sinergi pengelolaan unit  sejenis. Apalagi secara geografis, PLTU Paiton 1-2 dan PLTU Paiton 9 lokasinya berdekatan
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 16 Juli 2022  |  01:25 WIB
PLTU Paiton 1-2 dan 9 Merger Operasional
Lanskap PLTU Paiton. Dok. PJB

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) melakukan merger atau penggabungan 2 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Paiton guna meningkatkan efektivitas pengelolaan unit pembangkit dari sisi teknis maupun non teknis.

Direktur Utama PJB, Gong Matua Hasibuan mengatakan PJB saat ini sedang dalam masa transformasi menuju strategic holding sehingga diperlukan sinergi pengelolaan unit  sejenis. Apalagi secara geografis, PLTU Paiton 1-2 dan PLTU Paiton 9 lokasinya berdekatan.

“Penggabungan organisasi ini dilakukan guna mewujudkan lean organization and lean process dengan tetap memperhatikan aspek kinerja operasional. Harapannya penggabungan ini akan semakin membuat PJB lebih efisien dan efektif dalam mengelola unit pembangkit,” jelasnya, Jumat (15/7/2022).

Dia melanjutkan, selain untuk mencapai efisiensi yang tinggi, penggabungan kedua PLTU ini dilakukan karena kinerja PLTU Paiton 9 yang telah mencapai operational excellence sehingga dapat disejajarkan dengan unit pembangkit eksisting yakni PLTU Paiton 1-2.

Diketahui, PLTU Paiton 1-2 sendiri merupakan PLTU pertama yang telah mengimplementasikan co-firing biomassa di PLN Grup. Go live secara komersil co-firing dengan wood pellet ini dilaksanakan pada September 2020. Hal ini juga yang telah mendorong PLTU sejenis di Indonesia untuk melaksanakan co-firing.

“Dan PJB melihat dengan penggabungan organisasi ini akan dapat mempercepat proses transfer pengetahuan antar unit pembangkit,” imbuhnya.

Gong Matua menambahkan, ke depannya jika strategic holding tercapai, maka Kantor Pusat akan fokus pada peranan strategis seperti perencanaan pengembangan bisnis, monitoring, dan evaluasi atas kegiatan operasional yang dilakukan oleh anak perusahaan dan unit pembangkit. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu PLTU Paiton merger
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top