Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perjuangan Panjang Kopi Rempah Jember Binaan Bank Jatim Berbuah Manis

Tak mengenal lelah, pengusaha terus menjajaki potensi toko oleh-oleh yang ada hingga sukses saat ini.
Kopi Garahan, Silo, Jember./Ist
Kopi Garahan, Silo, Jember./Ist

Bisnis.com, JEMBER - Berawal dari iseng, Mukmina atau yang akrab disapa Chien Ling berhasil meraih kesuksesan dalam memproduksi kopi bubuk untuk kesehatan dengan tujuh varian.

Chien Ling, warga Jl Banyuwangi Desa Garahan Pasar - Alas Silo, Kabupaten Jember ini semula hanya memiliki kebun kopi sewa seluas 7 hektare yang dikelola bersama suami sejak 2006 - 2007.

Dalam kurun waktu itu, Chien Ling iseng mengolah kopi dari kebunnya untuk dikirim kepada saudaranya di Surabaya. Beberapa kali, saudaranya tersebut memesan kopi khas daerah Garahan itu. Hingga akhirnya Chien Ling berniat menekuni produksi kopi bubuk.

“Tapi suami saya waktu itu tidak mengizinkan karena juga tidak ada modal, bahkan kami sering ribut gara-gara kopi,” katanya kepada Tim Jelajah Kopi Jatim.

Di tengah situasi itu, Chien Ling tak ingin menyerah dengan keadaan. Ia terus berusaha untuk menghasilkan sebuah karya produksi yang layak untuk dinikmati pasar. Pada 2017 ia mulai melakukan pengurusan izin Dinas Kesehatan, mengikuti berbagai program penyuluhan dan pelatihan.

Ia juga berupaya memasarkan kopi bubuknya secara door to door ke kafe-kafe di Banyuwangi. Namun dalam usahanya itu, banyak yang menolak produk kopi Chien Ling dengan berbagai macam alasan.

“Saya sempat pesimis ketika banyak kafe yang alasannya sudah punya kopi sendiri. Tapi di sela-sela aktivitas seperti nge-dance, saya menyempatkan diri untuk menitipkan produk saya di toko oleh-oleh di Jember dengan produk kopi rempah meskipun dibayar dengan sistem konsinyasi,” ujarnya.

Perjuangan Panjang Kopi Rempah Jember Binaan Bank Jatim Berbuah Manis

Di lain kesempatan, Chien Ling sempat mengikuti kegiatan pameran di Sari Utama Jember atas bantuan seorang dosen karena keterbatasan modal. Untuk bisa mengikuti pameran itu, Chien Ling memproduksi kopi yang digoreng sendiri. Tak mengenal lelah, ia terus menjajaki potensi toko oleh-oleh yang ada hingga untuk pertama kalinya ia mendapatkan omzet perdana Rp250.000.

“Saya cari toko oleh-oleh terus, sampai ditolak berkali-kali, lalu balik lagi, hingga akhirnya berhasil ada satu toko yang meminta dikirim 100 bungkus. Saya senang sekali waktu itu, walaupun hanya punya 50 bungkus, sisanya saya produksi menyusul. Dari situ, step by step, sampai sekarang seluruh toko oleh-oleh di Jember sudah saya kuasai,” ungkapnya dengan gembira.

Untuk terus berkembang, tentunya Chien Ling membutuhkan modal yang lebih besar untuk membeli alat dan kendaraan operasional. Pada 2019, Chien Ling akhirnya menjadi nasabah Bank Jatim untuk meminjam modal guna membeli armada khusus sales.

“Setelah bertemu Bank Jatim, banyak fitur-fitur usaha yang ditawarkan hingga saya bisa berkembang, bahkan mereka punya analisis tersendiri jika produk saya bisa berhasil dan diterima pasar,” katanya.

Dia mengatakan, di setiap kesempatan program Bank Jatim seperti HUT Bank Jatim, Chien Ling pun kerap mendapatkan rezeki nomplok. Ia berkomitmen setiap mendapatkan berkah dari Bank Jatim akan selalu dibelikan alat untuk modal usaha ke depan.

“Bersyukur usaha kami berjalan lancar, omzet saya bisa untuk menguliahkan anak-anak di luar negeri. Meskipun akibat Covid-19 rata-rata omzet saat ini menjadi sekitar Rp20 juta/bulan, tetapi masih bisa mempekerjakan empat orang karyawan tetap,” ujarnya.

Perjuangan Panjang Kopi Rempah Jember Binaan Bank Jatim Berbuah Manis

Adapun kini kopi Garahan buatan Chien Ling memiliki 7 varian di antaranya kopi Original, kopi Arabika, kopi Stamina Purwoceng, Kopi Ginseng, Kopi nangka, Kopi Lanang dan green coffee. Kopi-kopi tersebut sudah bisa ditemukan di banyak toko oleh-oleh di Jember, bahkan di Surabaya.

Sejumlah kopi Garahan Jember ini pun diklaim memiliki manfaat untuk kesehatan, misalnya kopi Ginseng diyakini dapat mengontrol diabetes, kolesterol, maag atau lambung, dapat meningkatkan kemampuan berpikir, menambah gairah, menyehatkan rahim, meningkatkan energi, anti peradangan, mencegah stres, menghilangkan capek dan pegal, encok, nyeri otot, hingga melancarkan BAB.

“Seluruh bahan untuk pembuatan kopi kami berasal dari bahan herbal, jadi tidak ada bahan kimia sehingga baik untuk kesehatan,” imbuh Chien Ling.

Harga jual produk yang ditawarkan untuk kopi Original kemasan 200 gram dipatok Rp25.000, kopi Rempah mulai Rp55.000 - Rp70.000, kopi Arabika dan kopi Lanang dengan kemasan 150 gram dijual sekitar Rp30.000, dan kopi Ginseng sekitar Rp55.000 - Rp60.000.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper