Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyakit Ternak Meluas di 14 Daerah di Jatim

Tercatat sudah sebanyak 6.433 sapi terkonfirmasi terinfeksi PMK di 14 kabupaten/kota.
Ilustrasi./Antara
Ilustrasi./Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini terus berupaya untuk mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan rutin ke sejumlah daerah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Budi Santosa mengatakan, aksi penyemprotan disinfektan menyeluruh terutama di sentra-sentra peternakan ini dilakukan menyusul meluasnya wabah PMK terhadap ternak di Jatim.

“Penyemprotan disinfektan saat ini kami lakukan di kandang ternak Dawar Blandong di Kabupaten Mojokerto, pasar hewan Balongpanggang dan Surojenggolo di Gresik, pasar hewan Tikung dan Babat di Lamongan, Pasar Hewan Mojoagung Jombang, Pasar Hewan dan RPH Ngoro yang juga berada di Jombang, serta pasar hewan dan RPH Krian di Mojokerto,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga melakukan penyemprotan di pasar hewan Gempol yang berlokasi di Dusun Bandaran Desa Gempol, pasar hewan Pandaan di Desa Kutorejo-Kecamatan Pandaan, dan pasar hewan Sukorejo di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo.

Adapun berdasarkan data Posko PMK Pemprov Jatim, sebaran PMK telah terdeteksi di 14 kabupaten/kota. Tercatat sudah sebanyak 6.433 sapi terkonfirmasi terinfeksi PMK. Dari jumlah tersebut, masih ada sekitar 5.560 ekor sapi masih dalam kondisi sakit, dan sebanyak 838 ekor sapi dinyatakan sembuh, dan 35 ekor sapi telah mati.

Sekretaris Dinas Peternakan Jatim, Aftabuddin menambahkan bahwa tingkat kesembuhan sapi yang terpapar PMK di Jatim masih tergolong cukup tinggi, dan tingkat mortalitas atau kematian hewan ternak akibat PMK juga cukup rendah.

"Tingkat mortalitasnya saat ini berada di kisaran 0,6 persen dari total kasus. Ini masih jauh dari batas mengkhawatirkan, karena untuk tingkat kematian dengan kategori tinggi itu ada di kisaran 1 - 5 persen," ujarnya.

Namun begitu, lanjut Aftabuddin, Pemprov Jatim terus berupaya untuk mengoptimalkan pengobatan hewan ternak yang terjangkit PMK ini. Termasuk melakukan isolasi terhadap daerah-daerah yang terjangkit PMK.

"Penanganan PMK terus diintensifkan, daerah yang telah terjangkit langsung diisolasi, dan pembatasan pengiriman ternak juga diperketat. Sementara daerah yang belum ada kasus masih diberi kelonggaran," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper