Lebaran 2022 Dongrak Penjualan Parsel Kue di Surabaya Hingga 50 Persen

di tengah naiknnya harga-harga bahan baku roti/kue, konsumen pun justru menaikkan nilai pembelian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Seorang pekerja menata kue kering yang baru saja dipanggang./Antara-Adiwinata Solihin
Seorang pekerja menata kue kering yang baru saja dipanggang./Antara-Adiwinata Solihin

Bisnis.com, SURABAYA - Momen Ramadhan dan Lebaran tahun ini dilaporkan telah mampu mendongkrak kinerja penjualan bisnis roti/bakery dan pastry di Kota Surabaya hingga 50 persen.

Innico Sjahandi atau yang akrab dipanggil Igo, pemilik usaha Igor’s Pastry di Surabaya mengatakan momentum Ramadhan dan Lebaran tahun ini membawa berkah bagi para pengusaha bakery maupun pastry.

“Berbeda dengan tahun lalu, penjualan kita turun karena masyarakat masih menahan daya belinya untuk membeli parsel seperti kue kering. Ini mungkin karena masih dalam situasi pandemi dengan pembatasan aktivitas,” katanya di sela-sela Buka Bersama Apkrindo Jatim, Kamis malam (28/4/2022).

Dia mengatakan bahkan di tengah naiknnya harga-harga bahan baku roti/kue, konsumen pun justru menaikkan nilai pembelian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi selain ramai pemesanan, juga ada peningkatan nilai pembelian, bukan malah turun. Yang biasanya belanja parcel harga Rp500.000, sekarang ditingkatkan jadi Rp1 juta,” katanya.

Dia menjelaskan saat ini harga-harga bahan baku roti/kue sudah melonjak hingga 20 persen, terutama untuk bahan baku impor. Namun begitu, pengusaha hanya bisa menaikkan harga produk jadi sekitar 5 persen.

“Kita melakukan koreksi harga hanya sampai 5 persen karena ada kenaikan harga bahan baku. Seperti yang kita ketahui adanya perang Rusia - Ukraina juga mempengaruhi harga bahan baku impor misalnya gandum,” ujarnya.

Igo menambahkan, pertumbuhan kinerja penjualan bakery tahun ini memang masih belum menyamai kondisi pada 2019 saat sebelum pandemi. Namun begitu, Igo optimistis sampai akhir tahun kinerjanya akan lebih bagus yang didorong oleh momen-momen tertentu seperti Natal dan Tahun Baru di akhir tahun.

“Mudah-mudahan sampai akhir tahun kondisi kasus Covid-19 semakin turun, dan situasi ekonomi semakin baik. Ini bisa kita lihat nanti setelah kuartal II berakhir, dan apakah ada dampak negatif dari mudik Lebaran nanti,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper