Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Kota Malang 0,63 Persen pada Maret, Cabai dan Emas Jadi Pemicu

Harga cabai rawit pada Maret 2022 tercatat mengalami kenaikan sebesar 49,21 persen dan memberikan andil 0,09 persen terhadap inflasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 April 2022  |  16:53 WIB
Inflasi Kota Malang 0,63 Persen pada Maret, Cabai dan Emas Jadi Pemicu
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, MALANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat bahwa inflasi Kota Malang, Jawa Timur, mencapai sebesar 0,63 persen pada Maret 2022 yang dipicu kenaikan harga komoditas cabai rawit dan emas perhiasan.

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini dalam jumpa pers secara virtual di Kota Malang, Jumat (1/4/2022), mengatakan bahwa harga cabai rawit pada Maret 2022 tercatat mengalami kenaikan sebesar 49,21 persen dan memberikan andil 0,09 persen terhadap inflasi.

"Sementara itu untuk emas perhiasan juga naik 6,74 persen dengan andil 0,06 persen," kata Erny.

Erny menjelaskan komoditas lain yang mendorong inflasi Maret 2022 di Kota Malang adalah harga telur ayam yang naik sebesar 11,64 persen, mobil 2,56 persen, cabai merah 68,18 persen dan tempe sebesar 7,8 persen.

Kemudian, komoditas lain yang mengalami inflasi adalah harga tiket angkutan udara yang mengalami kenaikan sebesar 1,4 persen, teh siap saji naik 6,99 persen, bahan bakar rumah tangga 1,05 persen dan gula pasir naik 5,31 persen.

Sementara itu, lanjutnya, sejumlah komoditas yang menghambat inflasi Kota Malang pada Maret 2022 antara lain adalah penurunan harga daging ayam ras sebesar 1,18 persen, melon turun 12,49 persen, batu bata 5,82 persen dan udang turun sebesar 2,89 persen.

"Selain itu beras juga turun 0,22 persen dengan andil sebesar 0,01 persen," ujarnya.

Ia menambahkan inflasi Kota Malang yang terjadi pada Maret 2022 kali ini, jika dibandingkan dengan bulan yang sama dalam kurun waktu dua tahun terakhir merupakan yang tertinggi. Pada Maret 2020, tercatat terjadi deflasi sebesar 0,41 persen dan inflasi 0,08 persen pada tahun berikutnya.

"Inflasi Kota Malang pada Maret 2022, jika dibandingkan pada bulan yang sama selama dua tahun berturut-turut merupakan yang tertinggi," katanya.

Jika dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi Maret 2022 di Kota Malang didorong adanya kenaikan sebesar 1,49 persen pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik sebesar 1,41 persen.

Kemudian, kelompok pengeluaran transportasi tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,75 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,63 persen, serta kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,53 persen.

Selain itu, kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran naik sebesar 0,28 persen, kesehatan 0,22 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen.

"Sementara untuk kelompok pengeluaran pendidikan tetap, dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya tercatat turun 0,03 persen," katanya.

Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang sebesar 1,33 persen dan inflasi tahun ke tahun (YoY) sebesar 2,98 persen. Pada Maret 2022, di Jawa Timur tercatat seluruh kabupaten kota yang dihitung Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep mencapai 1,09 persen dan inflasi terendah di Kediri sebesar 0,43 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jatim harga cabai malang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top