Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intiland (DILD) Targetkan Penjualan Properti Rp2,4 Triliun Tahun Ini

Ada beberapa pengembangan baru baik di Jakarta Utara, Tangerang dan di Surabaya ada tiga klaster baru.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  19:04 WIB
Salah satu sudut ruangan di Intiland Office Tower Jakarta. Gedung perkantoran yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta itu merupakan salah satu portofolio andalan PT Intiland Development Tbk. - intiland.com
Salah satu sudut ruangan di Intiland Office Tower Jakarta. Gedung perkantoran yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta itu merupakan salah satu portofolio andalan PT Intiland Development Tbk. - intiland.com

Bisnis.com, SURABAYA - PT Intiland Development Tbk. (DILD) memproyeksikan penjualan bisa mencapai Rp2,4 triliun atau naik sekitar 47 persen pada 2022, mengandalkan sejumlah pengembangan proyek baru maupun proyek lama yang telah berjalan.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengatakan perseroan optimistis dengan kondisi pasar properti yang kembali bergeliat. Untuk itu tahun ini Intiland merencanakan peluncuran proyek baru seperti produk perumahan dan komersial.

“Proyek-proyek baru kami sudah masuk dalam pipeline pengembangan dan sedang menunggu momentum terbaik untuk peluncurannya tahun ini. Ada beberapa pengembangan baru baik di Jakarta Utara, Tangerang dan di Surabaya ada 3 klaster baru,” jelasnya, Selasa (25/1/2022).

Dia mengatakan sektor properti perlu memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap pasar mengingat produk yang dijual merupakan produk hunian yang masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami berharap pasar properti nasional dapat tumbuh stabil sepanjang tahun ini, dan konsumen tidak lagi bersikap wait and see,” ujarnya.

Archied mengatakan melihat pasar pada tahun lalu di tengah kondisi pandemi, pendapatan penjualan perseroan mampu mencapai Rp1,64 triliun atau melonjak 75 persen dibandingkan penjualan 2020 yang hanya mampu mencapai Rp937 miliar.

Peningkatan marketing sales pada 2021 terutama berasal dari hasil penjualan di segmen pengembangan kawasan perumahan, terutama 2 proyek baru yakni Amesta Living di Surabaya dan DUO Talaga Bestari di Tangerang. 

“Tahun lalu pasar properti sudah mulai kembali bergerak. Stimulus kebijakan dari pemerintah terbukti cukup efektif mendorong penjualan properti, khususnya pada segmen perumahan,” ujarnya.

Adapun dari 4 segmen pengembangan yang dimiliki perseroan, kawasan perumahan berhasil memberikan kontribusi marketing sales terbesar yakni Rp922 miliar atau 56 persen dari total penjualan. Capaian tersebut juga meningkat 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, penjualan dikontribusi oleh segmen mixed-use dan high rise sebesar Rp390 miliar atau 24 persen dari total. Hasil penjualan segmen ini juga melejit 159 persen dibandingkan 2021 yang tercatat sebesar Rp151 miliar. 

“Lonjakan hasil penjualan di segmen mixed-use and high rise terutama berasal dari peluncuran proyek baru Tierra SOHO di Surabaya pada kuartal II/2021, dan unit-unit apartemen 1Park Avenue, The Rosebay, Graha Golf, dan Aeropolis,” imbuh Archied. 

Untuk segmen kawasan industri, lanjut Archied, penjualannya tercatat mencapai Rp329 miliar, atau naik 123 persen dibandingkan pencapaian 2020 senilai Rp148 miliar. Di segmen kawasan industri ini juga telah berkontribusi sebesar 20 persen melalui sejumlah lahan industri seperti di Ngoro Industrial Park di Mojokerto Jatim dan fasilitas pergudangan di Aeropolis, Tangerang. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti jatim surabaya intiland
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top