Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Festival Kuliner Tempe Sanan, Ikhtiar Menggerakkan Ekonomi Kota Malang

Pergerakan ekonomi lewat Festival Tempe Sanan bisa meluas sehingga gairah ekonomi di Kota Malang juga makin tumbuh.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 18 Oktober 2021  |  11:37 WIB
Kemeriahan Festival Kuliner Tempe Sanan, Kota Malang, Minggu (17/10/2021). - Istimewa
Kemeriahan Festival Kuliner Tempe Sanan, Kota Malang, Minggu (17/10/2021). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Festival Kuliner Tempe Sanan diharapkan menjadi momentum pergerakan ekonomi Kota Malang pada masa transisi dari pandemi ke endemi Covid.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan Festival Kuliner Tempe Sanan ini dapat menguatkan branding Kampung Sanan sebagai pusat oleh-oleh tempe dan ekonomi berbasis tempe. Produksi tempe dari Sanan tidak hanya dikenal secara nasional namun sudah bisa sampai ke mancanegara.

“Saya sangat mengapresiasi festival yang merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen ini.,” katanya saat membuka Festival Kuliner Tempe Sanan, Minggu (17/10/2021).

Dia berharap, pergerakan ekonomi lewat Festival Tempe Sanan bisa meluas sehingga gairah ekonomi di Kota Malang juga makin tumbuh.

Selain itu, dia berharap, kesadaran masyarakat untuk membangun wilayahnya bisa semakin kuat. Di Kampung Sanan banyak spot-spot yang bagus untuk belanja tempe dan berbagai olahannya. Ke depan spot-spot ini makin mudah diakses, mudah dijangkau informasinya.

Menurut Ketua PKK sekaligus Pengurus Pokdarwis Kampung Sanan, Trinil Sriwahyuni, Festival Kuliner Tempe Sanan ini bertujuan untuk mempromosikan Kampung Sanan sehingga dapat semakin dikenal masyarakat luas.

Kampung Sanan selama pandemi mengalami penurunan yang sangat drastis yaitu penurunan ekonomi baik pengolahan ataupun pembuatan tempe dan kripik tempe.

“Selama pandemi masyarakat Kampung Sanan tidak hanya tinggal diam, tetapi terus berinovasi, baik itu dari olahan limbah seperti kulit kedelai atau tepung dari tempe yang diolah menjadi makanan kekinian,” katanya.

Ke depan, inovasi masyarakat juga bisa dinikmati oleh anak-anak millennial seperti tempe dan produk turunannya bisa masuk ke cafe, bisa masuk ke pusat oleh-oleh dan sebagainya.

Selanjutnya, dari limbah rebusan air kedelai bisa dibuat menjadi nata de soya, dari kulit kedelai diinovasi menjadi olahan-olahan kekinian yaitu brownies, pudding silky dan macaroon.

Dari tepung tempe, lanjutnya, diolah menjadi aneka olahan stik atau kerupuk mulai dari stik tempe, stick mendol, stik bawang yang bahan baku terbesarnya dari tempe.

Dia menambahkan, dari tepung tempe juga bisa menjadi aneka cookies seperti kastengel serta olahan lain seperti burger dan rolade tempe. Ada juga dari ampas kedelai dari pembuatan susu kedelai yang diolah menjadi kerupuk kulit kedelai.

“Pada Festival Kuliner Tempe Sanan berbagai olahan itu kami launching atau diperkenalkan kepada masyarakat agar di Kampung Sanan ini unggulannya tidak hanya tempe dan kripik tempe tetapi juga ada olahan-olahan turunan dari tempe yang siap untuk ikut meramaikan oleh-oleh khas Kampung Sanan,” ucapnya.

Produk-produk unggulan Kampung Sanan ini, diolah dengan berbagai inovasi agar bisa tetap bertahan menghadapi pandemi dan meningkatkan ekonomi warga.

Kampung Sanan mempunyai keistimewaan khusus utamanya kuliner di Kota Malang. Kampung Sanan atau dikenal sebagai Sentra Industri Tempe dan Keripik Tempe telah menjadi daya tarik wisatawan untuk berburu oleh-oleh khas Kota Malang.

Selama pandemi masyarakat Kampung Sanan tidak hanya tinggal diam, tetapi terus berinovasi membuat berbagai olahan dari tempe agar dapat terus bertahan. Berbagai inovasi olahan tempe tersebut menyemarakkan Festival Kuliner Tempe Sanan yang di gelar secara virtual, Minggu (17/10/2021).

Di kampung yang terletak di Jalan Sanan Gang III Kelurahan Purwantoro, Blimbing, Kota Malang ini terdapat sekitar 600 perajin yang memproduksi tempe dan keripik tempe. (K24)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang tempe
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top