Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aluminium Ekstrusion, INAI Optimalkan Potensi Pasar Ekspor

Peluang di pasar ekspor ini terbuka sebab di luar negeri sektor properti itu masih tumbuh dengan baik.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 03 September 2021  |  17:35 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Endang Muchtar
Ilustrasi. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, SURABAYA - PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) selaku produsen aluminium extrusion/ekstrusion dari Maspion Group tahun ini mengoptimalkan potensi pasar ekspor yang lebih terbuka terutama ke Amerika Serikat, Eropa dan Australia.

Direktur INAI, Cahyadi Salim menjelaskan kondisi pandemi tidak membuat perseroan menyerah tetapi terus berupaya melihat peluang yang ada salah satunya adalah memperbesar pasar ekspor.

“Peluang di pasar ekspor ini terbuka sebab di luar negeri sektor properti itu masih tumbuh dengan baik. Berbeda dengan di pasar domestik, tingkat penyerapan produk aluminium ekstrusion untuk konstruksi bangunan ini masih rendah,” jelasnya, Jumat (3/9/2021).

Dia mengatakan potensi lain yang terbuka bagi perseroan yakni adanya perang dagang AS dan China sehingga INAI sendiri memilih pangsa pasar produk customized (dibuat seusai pesanan) untuk membuat tingkat loyalitas pelanggan menjadi lebih besar.

“Di saat perang dagang negara-negara adi kuasa yang telah menyebabkan krisis global, INAI malah berhasil menangkap peluang yang tercipta dari kondisi tersebut. Permintaan aluminium ekstrusion dari AS dan negara-negara lainnya yang sebelumnya mendapat pasokan dari China, terpaksa beralih ke pemasok lain termasuk INAI,” ujarnya.

Cahyadi mengatakan kondisi ini terjadi sejak tahun lalu yang akhirnya membuat kinerja ekspor pada 2020 mengalami pertumbuhan. Meskipun secara total penjualan INAI pada 2020 mengalami penurunan dibandingkan 2019 atau sebelum pandemi yakni dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1 triliun.

“Namun begitu pada tahun ini kami tetap optimistis bisa tumbuh lebih baik, sebab penjualan INAI tahun ini sampai Juli 2021 saja sudah mencapai Rp769,2 miliar atau mengalami pertumbuhan dibandingkan Januari - Juli 2020 yang hanya Rp548,14 miliar.

Dia mengatakan peningkatan penjualan di tahun ini tetap lebih banyak didorong oleh peningkatan permintaan pasar ekspor terutama ke Amerika Serikat dan negara-negara pendukungnya. 

Secara rinci, dari total penjualan sepanjang Januari - Juli 2021 itu, sebanyak Rp324,33 miliar atau setara 42,1 persen disumbang oleh pasar domestik yang mengalami kenaikan 0,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan sebanyak Rp445,03 miliar atau 57,9 persen disumbang oleh pasar ekspor yang mengalami kenaikan 38,1 persen dibandingkan Januari - Juli 2020.

“Selama daya serap pasar domestik belum pulih, kami perkirakan pasar ekspor akan terus menyumbang pendapatan INAI secara signifikan di tahun ini. Namun di pasar domestik setidaknya kami sudah memegang sejumlah proyek gedung high rise setinggi 72 lantai, serta beberapa proyek lainnya, walau memang tidak sebanyak sebelum pandemi,” imbuh Cahyadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim alumunium maspion group
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top