Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Jatim Kebut Pembangunan PLTM di Banyuwangi dan Pasuruan

3 proyek pembangunan PLTM dilakukan di PLTM Bayu berkapasitas 3,6 MW di Banyuwangi dan PLTM Sumberarum2 berkapasitas 3 MW. Sedangkan PLTM Kanzy berkapasitas 2,5 MW berada di Pasuruan
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Juli 2021  |  19:05 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur tengah mengebut proyek pembangunan 3 Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Banyuwangi dan Pasuruan.

General Manager PLN UID Jatim Adi Priyanto mengatakan pembangunan PLTM ini merupakan komitmen perseroan dalam mendukung pencapaian porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025.

“Proyek ini merupakan pemenuhan target kebijakan energi nasional dan Paris Agreement dalam mendukung pemenuhan porsi EBT pada bauran energi Nasional hingga 2025,” ujarnya, Kamis (8/7/2021).

Dia menjelaskan saat ini 3 proyek pembangunan PLTM dilakukan di PLTM Bayu berkapasitas 3,6 MW di Banyuwangi dan PLTM Sumberarum2 berkapasitas 3 MW. Sedangkan PLTM Kanzy berkapasitas 2,5 MW berada di Pasuruan.

“Ketiganya masih dalam proses kontruksi karena terkendala musim hujan. Untuk Commissioning Operational Date rencananya dilakukan pada 2022 dan 2023," imbuhnya.

Adi menambahkan PLTM menjadi pilihan utama dalam meningkatkan kebutuhan listrik masyarakat karena menggunakan sumber air sebagai energi alternatif. PLTM merupakan pembangkit yang berskala kecil. 

“Prinsip dasar PLTM adalah memanfaatkan energi potensial yang dimiliki oleh aliran air pada jarak ketinggian tertentu dari tempat instalasi pembangkit,” ujarnya.

Adapun realisasi pembangkit EBT PLN UID Jatim pada 2021 di antaranya adalah 13,65 MW untuk PLTSa/PLTBm, 20,83 MW untuk PLTM, dan 0,95 MW untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Saat ini di Jatim dipasok 5 PLTM yang dikelola oleh PLN maupun Independent Power Producer (IPP) di antaranya yakni PLTM Lodagung kapasitas 2 x 0,65 MW, PLTM Taman Asri 1,17 MW, PLTA Wonorejo 6,5 MW, PLTM Ampel Gading 2 x 5 MW, PLTM Sampean Baru 1,85 MW.

Untuk PLTS tersebar di wilayah kepulauan Madura di antaranya Pulau Masakambing 100 KWP, Pulau Paleyat 50 KWP, Pulau Sakala, 100 KWP, Pulau Saobi 100 KWP, Pulau Sabunten 150 KWP, Pulau Tonduk 200 KWP, Pulau Goa-goa 200 KWP, Pulau Pagerungan Kecil 50 KWP. Sementara untuk PLTS Atap terdapat 279 pelanggan di Jatim dengan kapasitas 4.42 MWP.

Selain itu, di Jatim juga memiliki potensi pengembangan EBT 779,9 MW mulai dari Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Wilis, Arjuno, Pandan Argopuro, Krucil, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, PLTS di kepulauan, PLTS dan PLTB (Hybrid) di Tuban, PLTM dan PLTA.

Adi menambahkan, pengembangan EBT dirancang dengan tetap mempertimbangkan supply and demand, potensi energi terbarukan setempat, keekonomian, keandalan, ketahanan dan kesinambungan sistem energi nasional. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN jatim
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top