Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Jatim Akan Optimalkan Peluang Ekspor Melalui Perjanjian RCEP

RCEP ini justru China membuka pintu bahwa Asean dan produk yang ada, supaya ada balance
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  12:51 WIB
Pengusaha Jatim Akan Optimalkan Peluang Ekspor Melalui Perjanjian RCEP
Selain itu, implementasi RCEP melibatkan enam negara mitra, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan India. - Asean.org

Bisnis.com, SURABAYA - Kalangan pengusaha di Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosisasi Pengusaha (Forkas) akan mengoptimalkan potensi perluasan pasar ekspor terutama ke China melalui perjanjian perdagangan bebas besar Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Ketua Forkas Jatim, Eddy Widjanarko mengatakan RCEP merupakan suatu lembaga yang dibentuk dan terdiri dari semua negara Asean ditambah dengan China, Jepang, Korea Selatan, Australia serta Selandia Baru.

“Ada 100 an pengusaha dari ketua asosiasi atau apapun, termasuk saya ikut bergabung di RCEP. Tujuan kita masuk ke sana itu agar bagaimana industri hasil produksi kita bisa ekspor lebih besar ke berbagai negara, utamanya China,” jelasnya, Jumat (21/5/2021).

Dia mengatakan selama ini China lebih menguasai produk industri di dunia, kehadiran RCEP ini diharapkan bisa menyeimbangkan ekspor dan impor China. Eddy mencontohkan, pada 7 tahun lalu ekspor sepatu asal Indonesia ke China adalah 0 persen, tapi dalam perkembangannya, Indonesia sudah berhasil ekspor sepatu ke China sekitar 17 persen.

“Semua orang tahu kalau China unggul dalam industri, dan enggak mungkin sepatu kita bisa masuk ke China, kalaupun sudah masuk itu cukup lama dan sulit. Nah, RCEP ini justru China membuka pintu bahwa Asean dan produk yang ada, supaya ada balance,” imbuhnya.

Eddy mengatakan sejumlah komoditas yang cukup potensial masuk ke pasar China di antaranya seperti sepatu, garmen, makanan dan minuman, dan furnitur. Menurutnya, jika selama ini Indonesia bersaing dengan China, tetapi kini justru bisa berpartner.

“Kondisi pangsa pasar sepatu dunia, China menempati urutan pertama yakni hampir 50 persen, lalu Vietnam menguasai 26 persen pasar, kita hanya 4 persen. Kita enggak mungkin berkompetisi dengan China, jadi mending kita berpartner dengan mereka,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan mengatakan ekspor non migas di Jatim pada April 2021 tercatat mencapai US$1,76 miliar atau mengalami pertumbuhan 28,96 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mampu US$1,37 miliar, tetapi turun -4,31 persen dibandingkan Maret 2021.

“Tumbuhnya kinerja ekspor non migas pada April ini dibandingkan kondisi tahun lalu ini menandakan perekonomian dunia mulai kembali pulih setelah terdampak pandemi,” katanya.

Berdasarkan golongan barang, ekspor yang mengalami kenaikan permintaan adalah berbagai produk kimia, daging dan ikan olahan, kendaraan dan bagiannya, pesawat meakin dan bulu unggas. Sedangkan barang yang permintaannya anjlok di antaranya seperti komditas kopi, teh rempah-rempah, tembaga, pupuk, lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja.

Secara total pangsa pasar ekspor, Jepang merupakan negara yang memiliki kontribusi paling besar yakni 16,07 persen, Amerika Serikat 15,91 persen, China 12,72 persen, disusul Malaysia 7,70 persen, India 4,52 persen, Vietnam 3,61 persen, Korea Selatan 3,23 persen, Thailand 3,14 persen, Belanda 2,91 persen dan Australia 1,87 persen.

“Pangsa terbesar ekspor kita masih lah tetap Asean yakni 18,19 persen, sedangkan Uni Eropa berkontribusi 8,99 persen,” imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha rcep Perjanjian Dagang
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top