Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lantik 6 Bupati di Jatim, Khofifah Singgung Persoalan Kesejahteraan

Pengucapan sumpah jabatan yang dilakukan oleh para kepala daerah ini harus sepenuhnya dilaksanakan untuk kepentingan rakyat.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  14:18 WIB
dok. Pemprov Jatim
dok. Pemprov Jatim

Bisnis.com, SURABAYA - Pelantikan kepala daerah terpilih di Jawa Timur pada sesi pertama telah berlangsung pada 26 Februari 2021 pukul 09.00 di Gedung Grahadi Surabaya.

Adapun dalam pelantikan sesi pertama ini dilakukan kepada 6 kepala daerah di Jatim yakni Bupati Trenggalek M. Nur Arifin dan wakilnya Syah Muhammad Natangera, Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan wakil Dewi Khalifah, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, Bupati Situbondo Karna Suswandi dan Khoirani, Bupati Ngawi Ony Anwar dan Dwi Rianto Jatmiko dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pengucapan sumpah jabatan yang dilakukan oleh para kepala daerah ini harus sepenuhnya dilaksanakan untuk kepentingan rakyat.

“Sumpah ini disamping disaksikan diri sendiri dan semua yang hadir, juga penting disadari bahwa sumpah ini disaksikan oleh Tuhan, karena Tuhan itu maha mendengar dan maha mengetahui,” katanya, Jumat (26/2/2021).

Khofifah mengatakan dalam pelantikan tersebut juga dilakukan monitoring oleh pusat untuk memastikan bahwa kegiatan dilakukan telah mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Dia juga mengatakan bahwa tingkat partisipasi masyarakat untuk ikut serta proses pemilihan umum Desember lalu  mengalami peningkatan. Pada pilkada 2018 tingkat partisipasi di Jatim tercatat 66,92 persen, sedangkan pada Pilkada serentak 2020 tingkat partisipasi menjadi 67,68 persen.

“Ini artinya, bupati dan wakilnya begitu kuat mendapatkan amanah dan kepercayaan masyarakat. Saat pandemi sekalipun mereka memberikan partisipasi yang luar biasa,” katanya.

Khofifah berpesan kepada 6 kepala daerah tersebut agar bekerja dengan cepat, tepat dan detail seperti tagline Pemprov Jatim yakni Cettar (cepat, efektif, tanggap, transparan, akuntabel dan responsif).

“Saya berpesan bahwa akuntabilitas menjadi bagian penting dalam tata kelola yang baik, juga bagian sangat penting dalam proses kita bersinergi,” imbuhnya.

Adapun dalam pelantikan 17 kepala daerah di Jatim ini dilakukan dalam 3 sesi sebagai bentuk pelaksanaan protokol kesehatan di masa pandemi, serta hanya dihadiri oleh para bupati dan Wakil beserta istri. Sesi pertama adalah pelantikan 6 bupati dan wakilnya yang terpilih yakni Trenggalek, Sumenep, Situbondo, Ngawi, Banyuwangi, dan Ponorogo.

Pada sesi II pukul 13.00 dilakukan pelantikan bupati/walikota dan wakilnya dari Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jember. Pada sesi III pukul 16.00 yakni pelantikan bupati/walikota dan wakil Surabaya, Bupati Sidoarjo, Bupati Kediri, Bupati Lamongan, dan Bupati Gresik.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya banyuwangi jawa timur
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top